Jumat, 29 Nov 2019 08:31 WIB

Salah! Mengatasi Serangan Jantung Bukan Ditepuk, Ini yang Benar

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Benarkah serangan jantung dapat diatasi dengan siku yang ditepuk? (Foto: DW (News)) Benarkah serangan jantung dapat diatasi dengan siku yang ditepuk? (Foto: DW (News))
Jakarta - Beberapa waktu lalu, beredar video viral ditepuk siku yang diklaim dapat mengatasi serangan jantung. Namun, benarkah serangan jantung dapat diatasi dengan siku yang ditepuk?

Video yang disebar secara broadcast itu, memperlihatkan seorang pria yang semula tak sadarkan diri, langsung diberi pertolongan dengan cara 'ditepuk siku'. Tak lama setelah ditepuk, pria tersebut langsung sadarkan diri dan muntah.

dr Siska Suridanda Danny, Sp.JP(K), Kardiolog Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta mengatakan, serangan jantung rupanya tidak dapat diatasi dengan cara ditepuk.


"Sekarang ini banyak beredar video yang ditepuk sikunya, ditepuk pundaknya, ditepuk dadanya. Itu tidak terbukti bermanfaat, jadi kalau memang kita menemukan seseorang yang terkena serangan jantung berat sampai dengan henti jantung berarti serangannya sedemikian berat jantungnya berhenti berdenyut itu yang pertama dilakukan adalah kompresi jantung, atau RJP," ujar dr Siska saat ditemui di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

Tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau yang biasa disebut Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) adalah teknik kompresi dada dan pemberian napas buatan untuk orang-orang yang detak jantung atau pernapasannya terhenti. dr. Siska menjelaskan, beberapa yayasan di setiap daerah kini aktif menawarkan pelatihan CPR untuk atasi pertolongan pertama yang dapat dilakukan jika ada yang mengalami henti jantung di tempat tersebut.

"Pelatihan CPR di sekolah, kantor, maupun perusahaan itu berpotensi membantu sekali untuk pertolongan pertama, yang tadinya jantung ngambek nih kaget karena dia terjadi serangan itu bisa berdenyut kembali sampai dibawa ke rumah sakit untuk pertolongan selanjutnya, bukan dalam ditepuk-tepuk sini atau sisi lain itu nggak ada," pungkas dr Siska.



Simak Video "RSUD Banjar Layani Penyakit Jantung Peserta BPJS Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)