Jumat, 29 Nov 2019 10:01 WIB

HIV Menular di Toilet Umum? Mitos-mitos Berikut Tak Perlu Dipercaya Lagi

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Banyak mitos soal HIV yang tak perlu dipercaya. (Foto: (Dadang Hermansyah/detikcom)) Banyak mitos soal HIV yang tak perlu dipercaya. (Foto: (Dadang Hermansyah/detikcom))
Jakarta - Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Obat yang dapat menyembuhkan untuk penyakit dari virus ini secara total pun belum bisa ditemukan sampai saat ini.

HIV memang menular, tetapi tidak bisa begitu saja menginfeksi orang lain. Banyak sekali mitos yang bermunculan saat ini tentang hal-hal apa saja yang bisa menularkan HIV, mulai dari penggunaan toilet secara bergantian, bertukar pakaian, hingga bersalaman dan berjabat tangan dengan orang pengidap virus HIV.

Tentu, hal tersebut perlu diluruskan dengan benar, agar orang-orang pengidap HIV tidak merasa terkucilkan dilingkungan sosialnya. Ketua Umum Kelompok Studi Infeksi Menular Seksual Indonesia, dr Hanny Nilasari, SpKK membantu meluruskan mitos-mitos yang telah beredar di masyakarat.

"Penggunaan toilet yang bergantian tentunya tidak menularkan infeksi, kemudian bertukar pakaian juga tidak, berbagi makanan dan minuman juga tidak, berenang di dalam satu kolam yang sama pun tidak, karena sebetulnya ditularkannya virus HIV itu melalui kontak seksual," kata dr Hanny di Gedung Adhyatama Kemenkes RI, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu (27/11/2019).



Tak hanya sampai di situ, mitos yang beredar tentang cara penularan virus HIV, seperti melalui gigitan nyamuk, keringat, hingga bertempat tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi HIV juga salah kaprah.

"Misalnya gigitan nyamuk, nyamuk itu bukan reservoir (tempat hidup dan berkembang biak agen penyebab penyakit) yang baik untuk si virus, sehingga dia tidak akan bisa berkembang disana, dia akan mati dan kemudian kalau pun dia mengigit orang lain, itu tidak akan menularkan. Kemudian keringat juga begitu, tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi jika tidak melakukan apa-apa ya tidak, kalau kontak seksual ya pasti kena," tambah dr Hanny.

Hal-hal mitos seperti itu memang harus dihilangkan, karena bisa membuat mereka yang mengidap HIV akan merasa terkucilkan di lingkungannya. Jargon 'Jauhi Penyakitnya Bukan Orangnya', bukanlah hanya untuk dibaca dan diingat begitu saja, tetapi juga harus dipahami dan dipraktikkan.



Simak Video "Obat HIV/AIDS Tersedia Gratis untuk Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)