Jumat, 29 Nov 2019 11:34 WIB

Jadi Kampus Sehat, UNS Larang Kantin Jualan Rokok

Bayu Ardi Isnanto - detikHealth
Rektor UNS Jamal Wiwoho dan Dirjen Pencegahan dan Pengendali Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikHealth) Rektor UNS Jamal Wiwoho dan Dirjen Pencegahan dan Pengendali Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikHealth)
Solo - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dicanangkan sebagai kampus sehat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Salah satu gebrakannya ialah melarang kantin menjual rokok.

Rektor UNS Jamal Wiwoho mengatakan pelarangan rokok merupakan bagian dari enam program yang disingkat CERDIK. Program itu berisi Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin Aktivitas Fisik, Diet yang seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres.

Meski demikian, rektor mengatakan pelarangan tersebut akan dijalankan bertahap. Dia menilai perubahan perilaku tersebut tidak dapat dilakukan secara instan.

"Ke depan kita berikan peringatan-peringatan, utamanya kantin-kantin di kampus kita. Ini bukan sesuatu yang mudah, agar kantin pelan-pelan bisa enyahkan asap rokok," kata Jamal usai pencanangan kampus sehat di UNS, Jumat (29/11/2019).



Menurutnya, saat ini UNS sudah memulai proyek gerakan tanpa asap rokok di Fakultas Kedokteran (FK). Proyek ini akan terus dikembangkan ke fakultas lainnya.

"Saya berharap sekali di lingkungan UNS tidak ada lagi asap rokok, apalagi di kantor. Proyek ini akan kita kembangkan tidak hanya di FK, sudah ada peraturannya," ujar Jamal.

Sementara itu, Dirjen Pencegahan dan Pengendali Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono yang hadir dalam pencanangan kampus sehat, mengatakan kantin dapat memulainya dengan tidak menampakkan wujud rokok.

"Mulainya bertahap, awalnya diimbau agar tidak dipasang dulu, diumpetin. Merokok juga tidak bisa di sembarang tempat, ada kawasan tanpa rokok, setelah itu baru dilarang. Perlu waktu untuk perubahan perilaku," kata Anung.

Ke depan, rektor diharapkan dapat membuat kebijakan yang mendukung program tersebut. Misalnya dengan merekrut pegawai yang tidak merokok.

"Misal Pak Rektor mensyaratkan menerima satpam orang yang sehat, tidak merokok, maka akan jadi contoh. Ke depan tidak akan ada yang merokok," pungkasnya.



Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/up)