Sabtu, 30 Nov 2019 06:03 WIB

Menkes Terawan Luruskan Soal 'Modus' Dokter yang Bikin Tekor BPJS Kesehatan

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Menkes Terawan Agus Putranto (Foto: Reyhan/detikHealth)
Jakarta - Defisit yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, menimbulkan banyak asumsi tentang adanya modus yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk sengaja memberikan pelayanan yang tidak perlu kepada pasien pengguna BPJS, sehingga meningkatnya anggaran.

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto meluruskan, bahwa hal ini bukan tentang modus yang selama ini diperbincangkan. Melainkan, adanya masalah penggunaan atau tindakan yang berlebihan.

"Ini bukan masalah modus. Ini masalah penggunaan yang berlebihan. Kalau modus itu salah satu tindakan, kalau tindakan berlebihan adalah tindakan yang semestinya bisa dilakukan dengan cara yang lain," jelas Menkes Terawan, di Gedung Kementrian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2019).



Banyaknya tindakan berlebihan yang diberikan oleh tenaga kesehatan untuk melayani pasien BPJS, walaupun sebenarnya tidak perlu. Misalnya, ibu hamil yang ingin melakukan sectio (operasi sesar) agar anaknya bisa lahir pada hari tertentu.

"Misalnya (ingin) lahirnya bisa sesuai pon, wage, kliwon, ya jangan disectio. Ya berdoa biar lahirnya bisa wage atau kliwon. Jangan minta disectio," tambah Terawan, memberikan contoh.



Simak Video "Sebut WNI ABK World Dream 'Duta Imunitas Corona', Menkes Dicibir"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)