Minggu, 01 Des 2019 20:16 WIB

Hati-hati Diet Perbanyak Daging, Bisa Picu Penyakit Asam Lambung GERD

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ilustrasi makan daging, yang berisiko menyebabkan GERD jika terlalu banyak. Foto: Thinkstock Ilustrasi makan daging, yang berisiko menyebabkan GERD jika terlalu banyak. Foto: Thinkstock
Jakarta - Begitu banyak macam program diet saat ini. Namun, semuanya tetap mengarah pada satu tujuan yaitu menurunkan berat badan. Namun tidak semua program diet itu baik untuk kesehatan.

Salah satu program diet yang perlu dipikirkan dengan baik-baik adalah menghindari konsumsi karbohidrat, dan menggantinya dengan daging. Harapannya dari diet ini adalah protein dipakai sebagai penunjang energi pada tubuh.

Tentu protein dapat menjadi sumber energi dalam tubuh manusia. Namun menurut ahli pencernaan Prof dr Ari Fahrial Syam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) bila dimakan secara terus menerus dalam jumlah yang besar bisa menyebabkan penyakit asam lambung gastroesophageal reflux disease (GERD).

"Kecenderungan orang itu makan daging yang banyak, karbonya enggak usah makan nasi (diet). Ini membuat resiko GERD di masyarakat menjadi meningkat," ucap Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Prof Ari Fahrial Syam, di Aula Prodia Tower, Jakarta Pusat, pada Minggu (1/12/2019).


GERD adalah munculnya rasa terbakar pada dada, diakibatkan asam lambung yang naik ke kerongkongan (esofagus). Salah satu penyebab GERD yaitu dengan mengkonsumsi daging dengan jumlah yang besar.

"Karena meat intake (memakan daging) itu akan meningkatkan asam lambung, makan daging makin meningkat, lemak-lemak makin meningkat, asam lambung makin meningkat," tambah Prof Ari.



Simak Video "Sayuran-sayuran Ini Bisa Bantu Berat Badanmu Cepat Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)