Minggu, 08 Des 2019 19:51 WIB

Sepeda Lipat Harga Selangit Vs Terjangkau, Apa Bedanya?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Bedanya apa, naik sepeda harga selangit dengan yang terjangkau? Foto: Rosmha Widiyani/deetikHealth
Jakarta - Sepeda lipat Brompton menjadi sorotan usai ditemukan dalam kasus penyelundupan di pesawat Garuda Indonesia. Dengan harganya yang selangit, apakah ada bedanya mengayuh Brompton dengan sepeda lain?

Menurut salah satu pesepeda bernama Evi Lestari, menggowes sepeda harga selangit memang terasa lebih ringan. Sepeda juga terasa lebih enteng dan mudah dibawa kemana-mana. Evi sempat mencoba sepeda tersebut, sebelum menjatuhkan pilihan pada sepedanya sekarang.

"Bisa dibawa pake satu tangan nggak harus dua tangan. Kualitas dan harga memang sebanding. Tapi kalau untuk tujuan sehat, sepedanya tidak perlu terlalu mahal," kata Evi yang menggunakan sepeda London Taxi tipe Folding Bike 20 pada detikcom.


Hal ini serupa dengan Ichsan yang menggunakan sepeda lipat Pacific tipe Noris. Menurut anggota komunitas Noris Owner Club (NORC) ini, sepeda sebetulnya tidak perlu terlalu mahal asal sesuai kebutuhan.

Sepeda lipat merek Pacific tipe Noris milik Ichsan. Sepeda lipat merek Pacific tipe Noris milik Ichsan. Foto: Rosmha Widiyani/deetikHealth

"Kalau tongkrongannya bagus dan nggak malu-maluin sebetulnya nggak masalah. Sekarang sepeda lipat harga middle range sudah banyak yang bagus dan bisa memenuhi kebutuhan olahraga," kata Ichsan ditemui di arena Summarecon Bekasi pada acara HARRIS Day.

Menurut Ichsan, bisa memiliki sepeda harga selangit sebetulnya didorong keinginan pribadi. Bagi seseorang yang punya hobi sepeda lipat, memiliki tipe tertentu menjadi impian. Jika impian itu tercapai tentu memberikan kebahagiaan tersendiri.


Namun apakah impian tersebut bisa tercapai, tentu bergantung pada kebutuhan dan kemampuan tiap orang. Bagi yang mampu maka tak ada masalah bila ingin punya sepeda berharga fantastis. Untuk Evi, dia juga mempertimbangkan selera.

London Taxi tipe Folding Bike 20 milik Evi.London Taxi tipe Folding Bike 20 milik Evi. Foto: Rosmha Widiyani/deetikHealth


"Yang penting aku suka model dan bisa ngendarain. Kalau itu terpenuhi ya udah. Buat aku ingin punya sepeda lipat mahal lebih karena faktor psikologis," kata Evi.

Dengan pertimbangan tersebut, maka bagi Evi tidak masalah jika tak punya sepeda lipat harga selangit. Apalagi model klasik sepeda London Taxi yang digunakannya saat ini membuatnya merasa berada di Inggris dan rajin olahraga.



Simak Video "Manfaat Bersepeda untuk Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/frp)