Senin, 09 Des 2019 13:02 WIB

Batuk Berminggu-minggu, Gadis Ini Ternyata Mengidap Kanker

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Salah diagnosis berakhir tragis (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Mengalami salah diagnosis, seorang gadis berusia 13 tahun meninggal dunia akibat kanker. Dilaporkan oleh The Sun, gadis bernama Tanisha Baverstock ini mengidap kanker limfoma non-hodgkin.

Awalnya Tanisha mengalami batuk-batuk selama beberapa minggu dan mengalami penurunan berat badan sebelum ia dibawa ke rumah sakit. Usai memeriksakan diri, ia diberi resep obat antibiotik dan diminta kembali untuk periksa bulan depan.

Namun esoknya di siang hari, pihak rumah sakit menemukan hal yang mengkhawatirkan di hasil scan milik Tanisha. Mereka menemukan tanda-tanda tumor dan meminta mereka ke rumah sakit lainnya untuk menjalani biopsi dan ia terdiagnosis limfoma.



Lebih tepatnya yang diidap Tanisha adalah limfoma non-Hodgkin, yang menyerang sistem limfe pengidapnya. Kanker ini bermula dari sel-sel darah putih yang termasuk dalam sistem imun tubuh. Kanker ini bisa dikenali dari beberapa tanda seperti bengkak atau nyeri abdomen, bengkak di leher atau ketiak, nyeri dada, kesulitan bernapas atau batuk, kelelahan terus menerus, demam, atau penurunan berat badan drastis.

Malangnya, si gadis pencinta olahraga sepakbola ini meninggal dunia keesokan harinya. Kelly mengaku sangat sulit menerima keadaan ini, di mana para dokter tak bisa dengan cepat dan tepat mendiagnosis penyakit anaknya.

"Kamu sulit untuk pulih dari kehilangan seorang anak, terutama saat dia digagalkan cukup parah dengan dokternya. Satu hari ia diperbolehkan pulang dengan membawa antibiotik, esoknya aku dapat telepon yang menyebutkan ia mengidap kanker. (Kanker) itu dapat dikenali dengan cepat namun tak ada yang terjadi. Ada beberapa jam yang terbuang seandainya bisa menjadi kesempatan bagi Tanisha," tutur wanita berusia 39 tahun tersebut.

Pihak Serious Incident Inquiry dari National Health Security menyimpulkan bahwa seandainya Tanisha telah melihat adanya tumor beberapa hari sebelumnya, kemungkinan besar ia bisa selamat. Investigasi mengenai kasus ini telah diluncurkan.



Simak Video "Pentingnya Peran Keluarga Dalam Dampingi Pasien Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)