Rabu, 11 Des 2019 05:00 WIB

Peneliti Unpad Kembangkan Penangkal Racun Rokok dari Lidah Buaya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Para ilmuwan mengembangkan lidah buaya sebagai penangkal kerusakan paru akibat rokok (Ilustrasi: iStock)
Jakarta - Selama ini belum adanya obat yang dapat bekerja secara optimal dalam menyembuhkan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis). Departemen Biologi Sel, Divisi Reumatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) Rumah Sakit Dr Hasan Sadikin Bandung, yang dipimpin oleh dr Nur Atik, Mkes, PhD, menciptakan obat herbal yang terbuat dari lidah buaya, dan berfungsi sebagai pencegahan seseorang terkena penyakit PPOK.

Lidah buaya terbukti berkhasiat dalam menyembuhkan luka. Hasil penelitian juga membuktikan lidah buaya bisa mempertahankan sel-sel pada paru-paru agar tidak mati, ketika terkena paparan asap rokok dan polusi, serta mencegah terjadinya peradangan.

Penelitian ini pun sudah dilakukan pengujian pada hewan percobaan, dengan memberikan paparan asap rokok 8 batang selama 30 menit, selama 42 hari.

"Hewan percobaan yang sebelumnya telah diberikan lidah buaya lalu dipaparkan asap rokok, ternyata lebih baik daripada yang tidak diberikan lidah buaya," kata dr Atik kepada detikcom, pada Selasa (10/12/2019).



Cara penggunaannya pun bisa dilakukan setiap hari sebelum beraktivitas, sebagai bentuk pencegahan agar tidak terkena penyakit PPOK, akibat paparan asap polusi dan juga rokok. dr Nur Atik pun menjelaskan, bahwa akan melakukan inovasi pada obat herbal lidah buaya ini, sehingga penggunaannya tidak hanya dengan cara dikonsumsi, melainkan juga dapat diaplikasikan pada masker.

"Rencananya lidah buaya itu kita aplikasikan di masker, sehingga maskernya itu mengandung zat dari lidah buaya dan kita perhitungkan lama pemakaian masker tersebut, hingga kandungan zat lidah buaya di dalamnya habis," ucap dr Atik.

Pelaksanaan penelitian ini akan berlangsung hingga tahun 2028, dan sudah didaftarkan hak patennya pada 2017 lalu. Harapannya bisa dikonsumsi oleh segala usia.



Simak Video "Viral Video Paru-paru Jadi Hitam karena Merokok Puluhan Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)