Kamis, 12 Des 2019 15:22 WIB

Soal IG Live Bunuh Diri Aida Saskia, Kenapa Manajer Bilang Cuma Prank?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Aida bantah semuanya adalah prank bunuh diri. Foto: Screenshoot Aida Saskia mau bunuh diri / Ist
Jakarta - Aida Saskia sempat menghebohkan jagat maya lantaran memperlihatkan percobaan bunuh diri lewat live Instagram. Sempat simpang siur, manajer Aida menyebut hal ini hanyalah lelucon atau prank, namun baru-baru ini Aida mengklarifikasi bahwa hal tersebut benar adanya.

"Mungkin saat itu situasinya sangat sulit untuk mengatakan apa atau bicara apa ke media yg bertanya,spontanitas muncul ide kata prank dari Riko yg sudah menyelamatkan nyawa saya,menyampaikan ke kak madi waktu itu juga panik karna tau dari awak media dan banyak di tanya oleh awak media,ketika ada wartawan yang menanyakan kejadiannya kepada orang-orang yang dekat denganku tolong di jawab aja ini prank,supaya tidak terjadi kepanikan yg berlebihan," tulis penyanyi berusia 34 tahun ini di laman Instagramnya.

Benny Prawira, aktivis dan pendiri komunitas Into The Light Indonesia menyampaikan rasa prihatinnya akan keadaan Aida. Walau sempat mengecam publik figur yang tak sepatutnya melakukan prank dengan bunuh diri, Benny menyebut kasus ini penting sekali untuk menjadi refleksi bersama.

"Untuk melihat kondisi ini yah merupakan hasil dari kurangnya pemahaman terkait gangguan jiwa dan kesehatan jiwa serta masih tingginya stigma gangguan jiwa. Sehingga, akhirnya ketika hal ini terjadi semua orang panik, bingung, dan mulai bilang aja prank," kata Benny melalui pesan singkat pada detikcom, Rabu (12/12/2019).



Makanya sejak awal, saya juga bilang lebih baik fokus aja berikan bantuan, kalaupun itu salah karena prank atau candaan yah wes, nggak ada nyawa yang ilang. Kalau ternyata bener orangnya suicidal dan bipolar kayak gini kan bahaya yah, dengan kecaman dan ejekan itu semua Benny Prawira - Into The Light Indonesia



"Posisinya sebagai selebritis juga menjadi semakin sulit. Pihak yang ditanyakan juga mungkin masih kurang paham soal literasi kesehatan jiwa. Sementara itu masyarakat juga sudah terlanjur menstigma. Belum lagi haters kan," lanjutnya.

Sehingga hal ini memang menandakan bahwa masyarakat Indonesia masih membutuhkan lebih banyak edukasi tentang kesehatan jiwa. Terutama apabila menengok respons negatif yang tak mengacuhkan kondisi Aida dan menganggap ia hanya mencari perhatian saja.

"Makanya sejak awal, saya juga bilang lebih baik fokus aja berikan bantuan, kalaupun itu salah karena prank atau candaan yah wes, nggak ada nyawa yang ilang. Kalau ternyata bener orangnya suicidal dan bipolar kayak gini kan bahaya yah, dengan kecaman dan ejekan itu semua," ujar Benny lagi.

Dalam postingan Instagram-nya, Aida mengaku sedang kalut, merasa tidak berguna, depresi dan ingin segera mengakhiri hidup. Ia menyebut banyak masalah yang sedang dihadapi ditambah karena dorongan penyakit bipolar yang disebutnya telah ia idap selama 15 tahun.

Sehingga terjadi hal yang Aida akui di luar kendali tersebut, ia menayangkan langsung dirinya 'menenggak' botol pembersih. Di sisi lain, Benny menyayangkan betapa masih tabunya topik bunuh diri di kalangan masyarakat Indonesia dan masih santernya stigma yang beredar.

"Iya (masih jadi topik tabu). Bunuh diri kan apa-apa distigma. Susah diterima, padahal butuh bantuan. Pun, ditutupin dengan kata prank, juga jadi semakin memperparah pro-kontra ke si Aida. Saya jadi prihatin sama kondisinya setelah dibilang prank. Semoga aja kondisinya membaik segera yah setelah ini," pungkas Benny.



Simak Video "Raffi Ahmad-Deddy Corbuzier Ikut Gerakan #MaskerKainUntukSemua"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)