Selasa, 17 Des 2019 15:34 WIB

Tergigit Kobra Bisa Di-cover BPJS, Puskesmas Punya Serum Antibisa?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Petugas menjinakkan ular kobra (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Jakarta - Teror ular kobra menghantui warga di sekitar Jabodetabek. Bagaimana tidak, banyak yang menemukan anak ular kobra di lingkungan permukiman warga.

Meski biaya pengobatan jika tergigit ular kobra ditanggung BPJS Kesehatan, ketersediaan serum antibisa hanya tersedia di rumah sakit. Karena itu, Ketua Umum PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia), dr Daeng M Faqih, mendorong agar serum juga tersedia di puskesmas.

"Bagus kalau disediakan serum ular. Bilang di Kemkes (Kementerian Kesehatan), di primer (puskesmas) juga disediakan, bukan di RS tipe A saja," kata dr Daeng saat dijumpai di kantor PB IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019).



Kegunaan serum, menurut dr Daeng, adalah menangkal racun yang terdapat pada bisa ular. Karena sifat bisa ular yang mampu menyerang saraf, diharapkan ketika tergigit, serumnya bisa langsung diberikan. "Itu harus disediakan di primer, jangan rumah sakit. Kemkes yang tanggung jawab," papar dr Daeng.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan serum antibisa memang beberapa sudah tersedia. Namun penggunaan serum antidotum juga tak bisa sembarangan, harus sesuai dengan jenis ular yang menggigit.

"Kadang yang susah nyari variannya. Misalnya dia tergigit ular kobra, tapi yang disiapkan ular kuning, kan beda bisanya," pungkas Iqbal.



Simak Video "Banyak Jalan Menuju Sehat Hanya Dari Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)