Rabu, 18 Des 2019 11:50 WIB

Biaya Terapi Stem Cell Rp 20-an Juta, Apa Bisa Ditanggung BPJS Kesehatan?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
dr Ismail ungkap alasan stem cell belum bisa di-cover BPJS. Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth
Jakarta - Pengobatan dengan stem cell yang diprediksi dapat mengobati segala penyakit hingga bisa lepas dari konsumsi obat, ternyata tidak murah lho. Terapi ini diperkirakan bisa menguras kantong para pasiennya dengan jumlah yang besar.

Namun, sayangnya pengobatan spesial ini masih belum bisa ditanggung oleh berbagai perusahaan asuransi swasta. Bahkan, sekelas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) juga belum bisa meng-covernya.

"Selama izin edar obat dan izin pelayannya masih belum keluar, perusahaan swasta belum mau membantu dalam pembiayaannya. Apalagi BPJS, dia harus meninjau lebih dalam lagi pelayanan penyakit itu," jelas Kepala Unit Pelayanan Terpadu Teknologi Kedokteran Sel Punca, Prof Dr dr Ismail Hadisoebroto Dilego, SpOT(K), Selasa (17/12/19).

dr Ismail mengatakan, hal ini terjadi karena stem cell atau sel punca ini masih dalam tahapan penelitian. Pengobatan ini belum memiliki prosedur pelayanan standar yang tetap.

Bagi para pasien yang ingin mencoba terapi pengobatan ini, masih harus menggunakan biaya pribadi yang tidak sedikit. Dalam pengobatan ini, BPJS harus keefektifan dari terapi itu sendiri.

"Mereka membutuhkan Health Technology Assessment. Selain ada buktinya pengobatan itu efektif atau tidak, dan juga punya pedoman tetap. Mereka juga perlu menghitung antara biaya yang dikeluarkan dengan keefektifan pengobatan itu sendiri," katanya.



Simak Video "Mata Kering Harus Pakai Obat Tetes? Begini Penjelasan Dokter!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)