Senin, 23 Des 2019 08:32 WIB

Rencana Menkes Pikat Turis Asing dengan Jamu dan Pengobatan Tradisional

Usman Hadi - detikHealth
Menkes Terawan. (Foto: Usman Hadi)
Sleman - Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mendorong rumah sakit di Indonesia menyediakan layanan traditional medicine atau pengobatan tradisional berupa jamu. Ia yakin layanan pengobatan tradisional akan berkembang.

"Kenapa tidak (dikembangkan)? Dan (layanan traditional medicine) akan otomatis berkembang, dengan berkembang otomatis ekonomi kerakyatan juga akan naik, dan itu pilar kekuatan bangsa di dalam ketahanan kesehatan nasional," jelas Terawan.

Hal itu disampaikan Terawan kepada wartawan usai berkunjung ke rumah sakit umum pusat (RSUP) Sardjito di Jalan Kesehatan No 1 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (21/12/2019).

Terawan menjelaskan, kunjungannya ke RSUP Sardjito ini tak lain untuk memastikan apakah sudah ada layanan pengobatan tradisional di RS ini. Hasilnya ia mendapati berbagai layanan pengobatan tradisional sudah tersedia di RSUP tersebut.

"Saya lihat bagus sekali mulai dari jamu dan juga terapi-terapi tradisional mulai dikembangkan di sini (RSUP Sardjito), dan itu mempunyai prospek yang luar biasa. Tinggal cara kemasan saja untuk bisa menjadi menasional ataupun mendunia," katanya.


Menurutnya, pengembangan layanan pengobatan tradisional berupa jamu memang perlu dikembangkan di RS lainnya. Sebab, jika pihak RS berhasil mengemas dengan baik pengobatan ini, maka ia yakin pengobatan tradisional nantinya akan berkembang pesat.

"Ya jelas kalau ini (traditional medicine) berkembang, jelas di negara lain nggak ada. Dia (turis) pasti ingin mencoba, ingin mempercayakan dirinya untuk ditangani dengan teknik-teknik pengobatan yang mungkin tidak dijumpai di negaranya," paparnya.

Mengingat pentingnya pengembangan layanan traditional medicine, maka Terawan mendorong agar pihak RS lain bersedia mengadopsi apa yang sudah dilakukan pengelola RSUP Sardjito.

"Jadi semua tergantung cara pandang kepala rumah sakit masing-masing. Kan beliau-beliau ini selaku manajer, kalau beliau-beliau menganggap bahwa itu (traditional medicine) menguntungkan untuk rumah sakit pasti dibangun," tutupnya.



Simak Video "Sebut WNI ABK World Dream 'Duta Imunitas Corona', Menkes Dicibir"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)