Jumat, 27 Des 2019 13:31 WIB

Studi: Orang Indonesia Mampu Iuran BPJS Kesehatan Tapi Tak Mau Bayar

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Aksi Teatrikal Warnai Demo Penghapusan BPJS di Kemenkes. (Foro: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes) membuat survei atau kajian tentang BPJS Kesehatan. Dalam kajian tersebut, Balitbangkes melakukan penelitian untuk melihat kesiapan dan keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Selain itu, riset yang akan di launching pada Januari mendatang ini juga melihat evaluasi tentang JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) juga hal-hal yang berkaitan dengan kemampuan bayar dan kemauan bayar peserta.


"Secara umum orang Indonesia mampu bayar tapi nggak mau bayar. Kalau masalahnya disitu berarti kan perlu literasi tentang asuransi kesehatan. Jadi perlu penyuluhan bahwa asuransi penting untuk meminimalisir risiko," kata Kepala Balitbangkes, Siswanto, saat ditemui pada Kamis (26/12/2019).

Ada beberapa alasan yang dikemukakan Siswanto soal peserta tak mau bayar iuran BPJS Kesehatan. Mulai dari menganggap pembuatan asuransi terlampau rumit sampai tidak paham mengenai asuransi kesehatan.

"Kenapa nggak mau bayar jawabannya macam-macam contohnya ikut asuransi njelimet, maksudnya ribet asuransinya kemudian rujukan hirarki. Alasan yang lain ingin bayar langsung. Jadi banyak sih alasannya," pungkasnya.



Simak Video "Banyak Jalan Menuju Sehat Hanya Dari Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)