Jumat, 27 Des 2019 15:04 WIB

5 Kasus Medis Langka dan Aneh Sepanjang Tahun 2019 (2)

Nurul Khotimah - detikHealth
Kasus medis langka dan aneh sepanjang tahun 2019. (Foto: Annals of Internal Medicine 2019)
Jakarta - Beberapa kasus medis yang kerap muncul merupakan kasus yang terbilang unik karena belum pernah terjadi sebelumnya. Namun juga ada kemungkinan bahwa kasus medis ini bagian dari pengembangan penyakit sebelumnya. Beberapa kasus aneh ini awalnya kerap dinilai hanya masalah penyakit yang biasa saja. Tapi pada kenyataannya ada yang menjadi masalah serius padahal seperti sepele.

Seperti kasus pria yang tertancap rontokan rambut di tumit kakinya. Seakan ini hal sepele namun ini menjadi masalah serius karena mengganggunya saat berjalan. Selengkapnya berikut beberapa kasus medis aneh yang terjadi sepanjang tahun 2019, dirangkum dari Live Science.


1. Api di dada

Seorang pria mengalami dada terbakar selama operasi jantung. Pria berusia 60 tahun menjalani operasi jantung untuk memperbaiki sobekan yang mengancam jiwanya di arteri dada. Karena pasien memiliki riwayat penyakit paru-paru kronis, selama operasi dokter memberikan dosis oksigen tinggi untuk mencegah masalah pernapasan. Dokter juga menggunakan alat elektrokauter, yang memanaskan jaringan dengan listrik, untuk menghentikan pembuluh darah dari pendarahan.

Namun tiba-tiba percikan api muncul dari perangkat elektrokauter memicu kebakaran pada kain kasa bedah. Api dengan cepat padam dengan larutan garam (air garam), tanpa cedera pada pasien. Penggunaan oksigen tambahan mungkin berkontribusi pada kebakaran bedah. Oksigen tidak dapat terbakar, tapi dapat menurunkan suhu sehingga menimbulkan api.

2. Potongan Rambut menancap di kaki

Sehelai rambut rontok tampaknya tidak akan berbahaya bagi tubuh. Namun dalam sebuah kasus medis langka rambut rontok menyebabkannya sulit berjalan. Ini terjadi pada seorang pria berusia 35 tahun di Brazil.

Saat pertama kali melihatnya dokter tak menemukan hal yang aneh pada tumit pria tersebut. Namun saat melihatnya lebih dekat dan detail, dokter mengungkapkan terdapat seuntai rambut yang tampaknya melekat pada kaki. Pria itu didiagnosis dengan cili migrans, yakni suatu kondisi di mana batang rambut atau fragmen rambut tertanam di permukaan kulit. Hanya sekitar 26 kasus cili migrans kulit telah dilaporkan dalam 60 tahun terakhir.

Setelah diangkat dengan pinset, helai rambut hanya berukuran 0,4 inci atau 10 mm. Sesaat setelah diangkat pria itu merasa lega dari rasa sakit. Kasus ini ditulis dalam laporan The Journal of Emergency Medicine yang terbit pada 20 juni 2019.


3. Diet yang membutakan

Diet merupakan cara yang familiar untuk menurunkan berat badan seseorang atau untuk memulai hidup sehat. Namun beberapa orang masih keliru mengenai diet untuk menurunkan berat badan. Beberapa dari mereka justru terjerumus dalam diet yang tidak sehat dan menimbulkan risiko penyakit lainnya.

Seperti yang dialami oleh seorang remaja Inggris yang tidak makan apa-apa selain kentang goreng, keripik, dan makanan cepat saji lainnya selama bertahun-tahun sehingga mengalami kebutaan.

Menurut laporan kasus yang diterbitkan 2 September dalam jurnal Annals of Internal Medicine, pada usia 14 tahun ditemukan remaja ini memiliki kadar vitamin B12 yang rendah. Usia 15 tahun ia mengalami gangguan pendengaran dan penglihatan, dan pada usia 17, ia mengalami kebutaan total di kedua matanya.

Dia didiagnosis dengan neuropati optik gizi, atau kerusakan saraf optik akibat defisiensi nutrisi. Diketahui bahwa vitamin B sangat penting untuk banyak reaksi seluler, dan kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan penumpukan produk sampingan beracun, dan akhirnya merusak sel-sel saraf.

Selain diberi resep untuk mencegah penglihatan yang memburuk, dia juga dirujuk ke layanan kesehatan mental karena gangguan makan.

4. Iris mata terlepas

Sebuah kasus medis yang langka juga terjadi pada pria asal Taiwan setelah dipukul di mata kirinya dengan tali bungee. Cedera pada matanya menyebabkan iris mata pria itu terlepas dari tempat normalnya dan terkulai ke bawah.

Menurut laporan kasus, yang diterbitkan 10 April di The New England Journal of Medicine, dia didiagnosis dengan iridodialisis traumatis, jenis cedera mata yang terjadi ketika trauma tumpul menyebabkan iris terlepas dari struktur melingkar di belakangnya yang dikenal dengan ciliary body.

Pria itu menjalani operasi yang dikenal sebagai iridoplasty untuk mencoba memposisikan ulang irisnya. Setelah itu bentuk pupilnya dipulihkan dan penglihatannya dapat membaik.

5. Darah susu

Seorang pria yang menderita diabetes memiliki banyak lemak di tubuhnya dan warnanya berubah seperti susu. Pria berusia 39 tahun ini diketahui tidak meminum obat secara teratur.

Menurut laporan kasus yang diterbitkan 25 Februari di jurnal Annals of Internal Medicine, ia mengalami gejala mual, muntah, sakit kepala, dan penurunan kewaspadaan. Berdasarkan hasil tes pria itu memiliki kadar trigliserida yang sangat tinggi, sejenis lemak, dalam darahnya. Kadar trigliserida pria itu mencatat lebih dari 14.000 mg/dL. Padahal normalnya adalah di bawah 150 miligram per desiliter (mg/dL) dianggap normal, dan kadar di atas 500 mg/dL dianggap sangat tinggi.

Dokter mencoba menggunakan mesin untuk menyaring lemak dari darah pria itu, sebuah proses yang dikenal sebagai plasmapheresis. Tetapi mesin menjadi tersumbat karena kadar lemak darah yang sangat tinggi. Agar tetap dapat menyelamatkan nyawa pria tersebut dokter melakukan pengambilan darah secara manual.



Simak Video "Pandemi Corona, Empire State Building Tampilkan Sirine Ambulans"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/wdw)