Jumat, 27 Des 2019 21:02 WIB

Kaleidoskop Kesehatan 2019

Agustus: Viral Obat Kanker Akar Bajakah dan Kisah Dokter '10 ribu'

Firdaus Anwar - detikHealth
Peneliti akar bajakah. (Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth)
Jakarta - Berita kesehatan di bulan Agustus 2019 sempat ramai soal obat kanker dari tanaman akar bajakah. Kabar ini viral ketika diketahui yang menemukannya adalah sekelompok anak SMA yang berhasil memenangkan kompetisi di Korea Selatan.

Selain itu ada juga kisah inspiratif dari dr Mangku Sitepoe. Ia bekerja mengobati orang-orang yang datang ke kliniknya dengan tarif hanya Rp 10 ribu.

Berikut rangkuman detikcom:

1. Dokter 10 ribu

dr Mangku Sitepoe pertama kali mendirikan balai pengobatan gratis Klinik Pratama Bhakti Sosial Kesehatan Santo Yohanes Penginjil di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada tahun 1995. Sejak saat itu dokter berusia 84 tahun ini mengabdikan dirinya menolong masyarakat berpenghasilan rendah.

Sampai tahun 2000-an pengobatan tidak dipungut biaya sepeserpun, termasuk obat-obatan juga diberikan gratis. Namun, karena ada oknum-oknum nakal yang menjual kembali obat-obatan yang diberikan, sejak saat itu pengobatan mulai berbayar. Awalnya cuma Rp 2.500, dan sampai saat ini menjadi Rp 10 ribu.



2. Iuran BPJS Kesehatan naik

Wacana kenaikan iuran BPJS Kesehatan mulai ramai dibahas sejak bulan Agustus. Kala itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengusulkan penerima bantuan iuran (PBI) dan non-PBI kelas 3 jadi Rp 42 ribu, kelas 2 jadi Rp 110 ribu, dan kelas 1 jadi Rp 160 ribu per bulan per jiwa.

Wacana kenaikan iuran ini mengundang berbagai kontroversi. Pada akhirnya disepakati kenaikan iuran tetap berjalan mulai tahun 2020.

3. Kolapsnya paru-paru vaper AS

Di Amerika Serikat (AS) mulai muncul fenomena para pengguna rokok elektrik atau vape ramai-ramai dirawat di rumah sakit karena kolaps paru-paru. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) langsung melakukan penyelidikan dan mengimbau agar warga berhenti dulu mengisap vape jenis apapun.

Hal ini memicu investigasi di berbagai negara yang kemudian bertindak mulai terapkan larangan dan batasan vape. Di Indonesia sendiri Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) punya rencana untuk mencoba hal yang sama.



4. Viral obat kanker akar bajakah

Viral herba tradisional suku Dayak dari tanaman Bajakah yang disebut-sebut bisa menyembuhkan kanker payudara. Bermula dari penelitian siswi SMAN 2 Palangkaraya yang menjuarai sebuah kompetisi di Korea Selatan, tanaman ini lantas bikin penasaran.

Koordinator Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Danang Ardiyanto, mengingatkan butuh proses panjang bagi sebuah obat tradisional untuk bisa diterima sebagai terapi standar.



5. Geger gangbang garut

Bulan Agustus juga sempat heboh video gangbang antara biduan dan bos salon di Garut. Dari sisi kesehatan terungkap fakta bahwa salah satu pemeran dalam video ternyata mengidap human imunodeficiency virus (HIV).

Hal ini diketahui usai polisi menangkap para pemeran dan melakukan pemeriksaan kesehatan. Bos salon teridentifikasi positif sementara lawan mainnya, biduan VA, negatif.

Hasil pemeriksaan 'negatif HIV' sebenarnya punya beberapa makna, khususnya pada kelompok berisiko. Bergonta-ganti pasangan termasuk yang meningkatkan risiko, seperti dialami sang biduan dan peserta gangbang lainnya.
Baca juga: Kenapa Biduan Garut 'Seks Gangbang' Negatif HIV Meski Pasangannya Positif?È _
Makna pertama, hasil tes 'negatif HIV' bisa jadi memang menunjukkan tidak terjadi penularan virus saat terjadi hubungan seks dengan pasangan yang positif. Penggunaan proteksi dengan benar dan konsisten memungkinkan hal itu terjadi.



Simak Video "Ternyata Inilah Etnis yang Paling Berisiko Masalah Kesehatan Mata"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)