Selasa, 31 Des 2019 14:10 WIB

Galau Malam Tahun Baru

Tahun Baru di Rumah Vs di Luar, Psikolog Sarankan Setop Membandingkan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Psikolog sarankan berhenti membandingkan cara merayakan tahun baru. Foto ilustrasi: Getty Images
Jakarta - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menikmati momen malam pergantian tahun, mulai dari berkumpul dengan keluarga, bersama teman, bahkan hanya berdiam diri di rumah. Meskipun biasa, tapi hal ini akan berbeda jika sudah masuk ke dalam ranah media sosial.

Berbagi momen di media sosial terkadang malah memberikan tekanan bahkan dampak yang beragam terhadap sisi psikologis seseorang. Muncul rasa kecemburuan saat melihat apa yang orang lain lakukan dan membandingkannya dengan diri sendiri.

"Menghabiskan tahun baru di rumah atau di luar itu berbalik lagi ke pribadinya masing-masing, mana yang lebih nyaman. Tapi, jika mulai membandingkannya dengan orang lain melalui sosial media itu harus perlu diwaspadai," jelas psikolog Ayu Mandari pada detikcom, Selasa (31/12/19).


"Dia akan merasa sangat tidak puas dengan apa yang dia miliki, dibandingkan teman-temannya di media sosial. Jika terlalu lama terjadi akan semakin tidak baik dan muncul kecemburuan," ujarnya.

Jika muncul rasa kecemburuan ini, lanjut Ayu, coba untuk istirahat sejenak dalam bermain media sosial. Saat terus membandingkan artinya dia tidak pernah merasa bersyukur dengan apa yang dimiliki. Akibatnya bisa stres bahkan menjadi penyendiri karena terus membandingkan.

"Tapi kalau memaksakan diri untuk keluar bersama teman untuk bermalam tahun baru juga tidak baik. Kamu akan merasa tidak nyaman, tidak menikmati suasananya. Bahkan jika sedang dalam keadaan tidak baik, emosi bisa saja terpancing," ujarnya.

Menurut Ayu, jika tidak nyaman dengan apa yang sedang dilakukan bisa saja memancing emosi sesuai dengan apa yang orang itu rasakan. Bisa marah-marah atau malam memilih diam dan lama-lama menjauh dari lingkungan itu.

"Jadi saran saya, coba pahami pribadi diri sendiri lebih nyaman seperti apa. Kalau ingin di rumah ya jujur, tapi kalau ingin bersama teman atau keluarga ya bebas," tukasnya.



Simak Video "Kata Psikolog Soal Siswi di Sulsel Dilecehkan Beramai-ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)