Kamis, 02 Jan 2020 09:05 WIB

Studi Baru Temukan Bukti Pertama Keterkaitan Vape dan Risiko Penyakit Paru

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Vape makin banyak dikaitkan dengan masalah paru (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Vaping atau menggunakan rokok elektrik untuk jangka waktu lama dikaitkan dengan risikio peningkatan penyakit pernapasan termasuk penyakit paru obstruktif kronis, bronkitis kronis dan asma.

Studi yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine belum lama ini adalah penelitian pertama yang melihat keterkaitan antarea penggunaan vape dan penyakit paru jangka panjang dalam periode 3 tahun.

"Ini adalah studi longitudinal pertama dalam populasi umum untuk melihat vape dan penyakit par kronis. Jika kita melakukan penelitian ini dalam lima tahun lagi kita mungkin akan menemukan efek yang lebih besar," kata Stanton Glantz, penulis senior dan direktur University of California, mengutip CNN.



Data yang berasal dari Penilaian Penduduk tenrang Tembakau dan Kesehatan dikumpulkan dari tahun 2013 hingga 2016. Hasilnya menunjukkan risiko pengembangan penakit pernapasan yang signifikan baik yang hanya merokok vape terlebih yang merokok vape juga rokok konvensional.

"Jika pengguna ganda, Anda artinya merokok vape dan konvensional secara bersamaan, maka risikonya akan meningkat dua kali lipat," tambah Glantz.

Terlihat bahwa rokok elektrik memang bisa membahayakan paru dalam berbagai cara. Vape juga dapat menyebabkan peradangan dan merusak pertahanan serta kekebalan tubuh.



Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)