Jumat, 03 Jan 2020 13:51 WIB

Bisa Mematikan, Hipotermia Ancam Lansia dan Anak-anak Korban Banjir

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Lansia rentan hipotermia. (Foto: Agung Pambudhy) Lansia rentan hipotermia. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Banjir masih melanda beberapa titik di Jabodetabek. Bahkan banjir pun sudah memakan korban. Penyebabnya kematiannya beragam, salah satunya hipotermia.

Kepala Pusat Krisis Kementerian Kesehatan Budi Sylvana, MARS mengatakan kaum rentan seperti bayi dan orang tua sangat rawan terkena hipotermia. Jika sudah menggigil dan kedinginan hebat harus segera dievakuasi.

"Dievakuasi, jalan satu-satunya evakuasi. kalau seperti itu harus diamankan, kalau tidak sangat berbahaya. harus cepat-cepat diberikan kebutuhannya. jangan sampai kedinginan, asupan makanannya dijaga," tutur Budi kepada detikcom, Kamis (2/1/2020).


Hipotermia adalah suatu kondisi yang membuat mekanisme pengaturan suhu tubuh kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermia bisa membuat orang meninggal jika tidak kunjung mendapatkan penanganan yang tepat.

Karenanya, ketika sampai di posko pengungsian pun mereka yang mengalami gejala hipotermia dan kaum rentan harus dipisahkan dari pengungsi lainnya agar keadaan tubuh tetap hangat sehingga terhindar dari keadaan yang serius.

"Makanya kalau di posko pengungsian itu harus terpisah, di tempat yang lebih aman karena kan mereka rentan. tapi kondisinya di posko tidak ada pemisahan, makanya ada petugas yang memilah. tetapi ada juga yang memang keluarganya disitu makanya nggak mau dipisahkan," pungkasnya.



Simak Video "Rawan Hipotermia saat Banjir, Begini Cara Mencegahnya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)