Senin, 06 Jan 2020 14:07 WIB

Putra Pertama Ahok-Puput Lahir, Ini yang Perlu Dicatat Soal Perawatan Bayi

Nurul Khotimah - detikHealth
Pasangan Ahok-Puput (Foto: Instagram @fdphotography90)
Jakarta - Putra pertama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dari pernikahannya bersama Puput Nastiti Devi itu lahir pagi tadi sekitar pukul 08.50 WIB. Banyak hal yang perlu diperhatikan ketika merawat bayi baru lahir, seperti waktu mengganti popok menyiapkan ASI atau bahkan mengatur pola tidur.

Sebagai orang tua, sebaiknya mempersiapkan dengan matang ketika akan mulai merawat bayi. Dirangkum dari beberapa sumber terpercaya, berikut beberapa hal yang perlu diketahui dalam merawat bayi.

1. Ganti popok
Mengganti popok bayi merupakan tugas pertama yang perlu diketahui orang tua bahwa Anda perlu menggantinya ketika mereka buang air. Tapi seberapa sering harus menggantinya tergantung banyak faktor. Tapi umumnya, semakin sering menyusu maka semakin sering pula buang air kecil.

Bagaimanapun, sebaiknya ganti popok bayi setiap dua atau tiga jam sekali. Jika popok basah karena air seni, tidak perlu terburu-buru menggantinya saat ia sedang tidur. Tetapi saat buang air besar segeralah ganti untuk menghindari iritasi.

Untuk menentukan basah atau tidaknya popok, letakkan satu tangan di popok agar terasa basah tidaknya atau bisa dilihat perubahan warna popok.



2. Pola tidur bayi
Seringkali orang tua merasa kesulitan untuk mengetahui berapa lama bayi baru lahir harus tidur. Oleh karenanya kerap kali orang tua begadang karena khawatir dan tidak tahu kapan bayinya bangun. Meski tidak ada pola tidur khusus bayi, tapi biasanya bayi tidur di siang hari dan bangun di malam hari.

Umumnya total waktu tidur bayi siang dan malam adalah 8-9 jam. Tapi karena mereka memiliki perut kecil, mereka harus bangun setiap jam untuk menyusu. Dalam kebanyakan kasus bayi akan bangun dan siap makan setiap tiga jam sekali. Dengan begitu orang tua bisa mengatur waktu tidurnya agar tidak begadang sepanjang siang dan malam.



3. Pentingnya ASI ekslusif
Memberikan ASI adalah hal yang sangat penting bagi tumbuh kembang bayi. Para ahli merekomendasikan menyusui secara eksklusif (tanpa susu formula, jus, atau air) selama 6 bulan. Namun jika tidak sanggup menyusui hingga 6 bulan lamanya, setidaknya tetap memberikan ASI untuk beberapa bulan pertama daripada tidak sama sekali.

ASI mengandung antibodi yang membantu bayi terhindar dari virus dan bakteri. Dengan memberikan ASI dapat menurunkan risiko bayi menderita asma atau alergi . Selain itu, bayi yang disusui secara eksklusif selama 6 bulan pertama, tanpa formula apa pun, memiliki lebih sedikit risiko infeksi telinga, penyakit pernapasan, dan serangan diare.

Selain itu, menyusui juga bermanfaat bagi sang ibu lho. Dengan menyusui dapat membakar kalori sehingga dapat menurunkan berat badan setelah kehamilan. Ini melepaskan hormone oksitosin yang membantu rahim kembali ke ukuran semula. Menyusui juga menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium serta risiko osteoporosis.



Simak Video "Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Rapid Test?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)