Rabu, 08 Jan 2020 05:55 WIB

Pasien Keluhkan Antrean dan RS Penuh, Ini Kata BPJS Kesehatan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Antrean di RS banyak dikeluhkan peserta BPJS Kesehatan (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, Budi Mohamad Arief, mengakui sering menghadapi keluhan pasien. Ia menyinggung beberapa keluhan yang sering disampaikan. Salah satu yang paling banyak dikeluhkan yaitu, persoalan antrean.

Rupanya persoalan antrean memang masih menjadi masalah utama pelayanan peserta BPJS Kesehatan di RS. Budi mengaku telah melakukan survey, dan wawancara langsung pada peserta BPJS terkait pelayanan di RS.

"Antrean itu keluhannya mereka datang, mereka tidak tahu pasti, kapan mereka akan dilayani, mereka ketika akan berobat tiba-tiba dokternya tidak praktik pada jam tersebut," jelasnya saat ditemui detikcom di Hongkong Cafe, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020).



Tak hanya persoalan antrean. Budi mengaku mendapat keluhan lain terkait ketersediaan kamar. Beberapa peserta mengeluh, sering ditolak RS dengan alasan tidak ada kamar yang tersedia.

"Kamarnya penuh, ditolak di rumah sakit, padahal peserta sebagian merasa yakin kalau untuk pasien umum itu ada, kenapa untuk pasien BPJS nggak dilayani, jangan-jangan ada diskriminasi, gitu kan," tambahnya.

Lebih lanjut, keluhan lain muncul terkait jadwal operasi yang tak menentu, yang menyebabkan tak kunjung ada kepastian. Budi sering mendapat keluhan dari peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan soal jadwal operasinya.

"Saya ini sudah dijadwalkan operasi sejak 2 bulan yang lalu. Kemudian ketika saat jadwalnya kita dateng ke rumah sakit ternyata berubah, mundur," jelasnya.

Hal lain yang juga menjadi keluhan pasien adalah persyaratan surat rujukan yang dinilai tidak efisien untuk beberapa pasien dengan penyakit kronis.

"Kalau bisa untuk pasien-pasien tertentu nggak usah lah pakai rujukan," katanya membicarakan keluhan peserta lain.



Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)