Jumat, 10 Jan 2020 10:46 WIB

Round Up

3 Fakta Autopsi Seperti Dilakukan pada Lina Mantan Istri Sule

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
3 fakta autopsi seperti yang dilakukan pada lina. Foto: Dony Indra/ detikhot
Jakarta - Autopsi mantan istri Sule, Lina Jubaedah dinyatakan selesai, namun hasil rincinya belum diketahui. Terlebih lagi jenazah telah memasuki proses pembusukan sehingga soal lebam tak bisa langsung dipaparkan mengenai hasilnya.

"Kalau kondisi luar, karena kondisi mayat sudah proses pembusukan, nanti disampaikan hasil akhirnya oleh tim forensik," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso di lokasi pembongkaran, Jalan Sekelimus, Kota Bandung, seperti dikutip dari detikcom, Kamis (8/1/2020).

Berikut proses dan lama waktu autopsi, serta perubahan fisik pada tubuh setelah kematian, dikutip dari beragam sumber:

1. Apa itu autopsi?

Dikutip dari Live Science, autopsi secara umum bisa dibilang sebagai proses pemeriksaan jenazah untuk menentukan penyebab kematian. Autopsi biasanya dimulai dari pemeriksaan luar jenazah untuk mengumpulkan data karakteristik fisik jenazah. Mulai dari warna kulit, rambut, mata, bekas luka, tato, tanda-tanda luka, hingga residu yang mungkin menempel di tubuh. Usai pemeriksaan luar tim ahli akan melakukan pemeriksaan lebih dalam dengan membedah jenazah. Tujuannya untuk mendapatkan data kondisi organ dalam. Terakhir, organ-orang yang diperiksa akan dikembalikan ke dalam tubuh kecuali beberapa yang mungkin perlu diteliti lebih jauh atau dijadikan bukti. Jenazah sebisa mungkin dikembalikan ke kondisi semula.

2. Lamanya proses autopsi

Mengutip WebMd, proses autopsi awal yang memeriksa kondisi luar jenazah bisa hanya memakan waktu sekitar 1-2 jam. Bila pada tahap ini tim ahli sudah menemukan penyebab kematian, maka autopsi akan segera diakhiri. Setelah semua hasil analisa keluar ahli forensik akan membuat kesimpulan apakah jenazah meninggal karena kecelakaan, penyakit, atau yang lain.


3. Perubahan fisik pada tubuh setelah kematian

- 1 jam pertama

Saat meninggal, kelopak mata tidak lagi tegang, pupil mata melebar, rahang mungkin membuka, dan sendi tubuh serta kaki tangan menjadi fleksibel. Karena hilangnya ketegangan di otot, kulit akan mengendur. Jantung yang berhenti lalu diikuti dengan proses yang disebut dengan pallor mortis menyebabkan warna merah muda di kulit Kaukasian menjadi pucat karena darah keluar dari pembuluh darah di kulit.

Baca juga:

Dalam waktu yang sama, tubuh mulai mendingin dari temperatur normal hingga mendapai temperatur terendah di sekitarnya. Proses ini dikenal sebagai algor mortis, yakni penurunan suhu tubuh secara linear; dua derajat celcius di jam pertama, satu derajat di tiap jam berikutnya. Proses ini bisa membantu menentukan perkiraan waktu meninggal.

- 2-6 jam kemudian

Terjadinya livor mortis. Bagian tubuh dekat akan muncul lebam berwarna merah keunguan karena darah yang terakumulasi alias 'noda postmortem'.

- 3 jam usai kematian

Kimiawi dalam tubuh berubah terutama pada sel-selnya yang menyebabkan otot mulai mengencang, yang dikenal sebagai proses rigor mortis. Otot pertama yang akan terkena adalah kelopak mata, rahang, dan leher. Selama beberapa jam berikutnya, rigor mortis akan terus menyebar ke wajah dan menurun ke dada, abdomen, lengan, dan kaki hingga akhirnya mencapai jemari kaki dan tangan.

- 7-12 jam selanjutnya

Dalam titik ini, kedua tangan dan kaki mayat akan sulit digerakkan. Lutut dan siku akan sedikit miring dan jemari kaki serta tangan dapat terlihat agak sedikit aneh.

- Di atas 12 jam

Proses pembusukan umumnya mulai berlangsung 12 jam setelah kematian, dikenal dengan istilah secondary flaccidity. Pada fase ini, kulit menyusut sehingga memunculkan ilusi kuku dan rambut seolah tumbuh.



Simak Video "Resiko Kematian karena Corona dalam Angka"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)