Senin, 13 Jan 2020 11:45 WIB

Antraks Terdeteksi di Gunungkidul, Kementan Turun untuk Investigasi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kementerian Pertanian investigasi kasus antraks di Gunungkidul. Foto: rilis kementan
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mengutus tim untuk melakukan investigasi adanya kasus dugaan antraks di Kabupaten Gunungkidul, Desa Gobang, Kecamatan Pojong. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti adanya laporan kematian ternak dan dugaan antraks pada manusia.

"Setelah menerima informasi kejadian kasus, tim langsung kami terjunkan ke lokasi untuk mengetahui penyebab kematian ternak, mengetahui pola penyebaran penyakit serta identifikasi faktor risiko yang berperan dalam menimbulkan kasus tersebut," ungkap Kepala Balai Besar Veteriner Wates, drh Bagoes Poermadjaja, MSc, melalui rilis Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) pada Sabtu, (11/1/2020).

Berdasarkan hasil investigasi, kasus kematian ternak ini ternyata sudah terjadi sejak 16 hingga 28 Desember 2019 lalu. Bahkan tim investigasi juga mengatakan sebagian ternak yang sakit itu dipotong oleh masyarakat untuk dikonsumsi. Hal ini akan berdampak bahaya bagi kesehatan manusia.

"Sangat disayangkan kasus ini terlambat dilaporkan, sehingga menimbulkan kasus pada manusia," ujarnya.

Selaras dengan ini, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian penyakit Kementerian Kesehatan, dr Anung Sugihantono, MKes, mengatakan kasus antraks di tahun 2019 kemarin juga meningkat. Kasus ini terlihat lebih menonjol di daerah Jawa.

"Antraks juga meningkat. Antraks pada manusia ya meskipun itu pada kulit, nggak ada (kasus) kematian ya. Kasusnya memang kelihatannya meningkat, tapi dari daerah Jawa yang menonjol," ujarnya saat ditemui di Gedung Adhyatma Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan.

Anung menduga antraks meningkat belum pasti dari jumlah kasusnya, tetapi laporannya. Pihaknya sedang mengevaluasi secara keseluruhan terkait penyebab meningkatnya penyakit ini.

"Itu sedang kita coba evaluasi. Antraks itu dari 5 jadi 15 orang. Berarti sudah banyak yang lapor dan lebih peka terhadap penyakit yang ada di sekitarnya," katanya.



Simak Video "Mengandung Bakteri Listeria, Kementan Musnahkan Jamur Enoki"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)