Kamis, 16 Jan 2020 17:05 WIB

Heboh Kerangka di Rumah Kosong, Ini 5 Bagian Tubuh yang Lama Terurai

Firdaus Anwar - detikHealth
Kerangka manusia ditemukan dalam posisi duduk di rumah kosong. (Foto: dok. Polsek Margahayu)
Jakarta - Kerangka manusia dengan posisi duduk ditemukan di sebuah rumah kosong di Kabupaten Bandung. Polisi mengaku masih belum bisa mengidentifikasi kerangka karena kondisinya yang sudah terurai hanya menyisakan jas hujan, tulang, dan rambut.

"Memang melihat posisinya dia tuh duduk, kakinya dua-duanya ke bawah. Karena tulang keringnya sudah copot, dari lutut, dari paha sudah copot, jarinya sudah copot, tinggal rambutnya aja," kata Kapolsek Margahayu Kompol Agus Wahidin ke wartawan, Kamis (16/1/2020).

Seberapa cepat tubuh manusia terurai memang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun demikian umumnya beberapa bagian tubuh bisa memiliki kecepatan urai berbeda.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut bagian tubuh yang butuh waktu lebih lama untuk terurai:


1. Kulit

Kulit bisa jadi bagian tubuh yang butuh waktu lebih lama untuk terurai dibandingkan dengan organ dalam. Ketika kondisi lingkungan ideal, kulit bisa tetap utuh sampai bertahun-tahun setelah seseorang meninggal. Hal ini yang biasanya terjadi pada kasus penemuan mumi.

2. Kuku

Kuku jadi anggota tubuh berikutnya yang bisa bertahan lama dari jenazah. Ini karena kuku terdiri atas protein bernama keratin yang tahan proses penguraian.

3. Rambut

Sama seperti kuku, rambut juga terbuat dari keratin sehingga butuh waktu lama untuk terurai. Menurut peneliti butuh bantuan organisme yang bisa menghasilkan enzim khusus untuk mengurai keratin seperti bakteri Bacillus.

4. Tulang

Tulang sebetulnya juga terurai hanya saja waktunya lebih lama dibandingkan materi organik karena mengandung banyak mineral. Pada beberapa kasus kadang mineral dari lingkungan dapat masuk ke dalam tulang dalam proses bernama fosilisasi sehingga awet.

5. Gigi

Gigi disebut-sebut ahli sebagai bagian tubuh dari manusia yang membutuhkan waktu paling lama untuk terurai. Alasannya karena sama seperti tulang, gigi yang keras lebih mungkin untuk menjalani proses fosilisasi.



Simak Video "Mengenal Metatarsal, Cedera Patah Tulang yang Dialami Luna Maya"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)