Jumat, 17 Jan 2020 18:07 WIB

Merebak di Gunungkidul, Kemenkes Soroti Kemampuan Dokter Diagnosis Antraks

Pradito Rida Pertana - detikHealth
Kasus antraks bermunculan di Gunungkidul, Yogyakarta (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Gunungkidul - Guna memastikan penangangan antraks berjalan dengan semestinya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan pemantauan ke Gunungkidul. Hasilnya, Kemenkes akan memberi pelatihan kepada dokter untuk meningkatkan kemampuan diagnosa antraks.

"Jadi saya mendapatkan penugasan dari pak Menkes (Menteri Kesehatan) terkait kejadian antraks di Gunungkidul, khususnya di Dusun Ngrejek Kulon dan (Ngrejek) Wetan," kata Dirjen Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Anung Sugihantono saat ditemui di Rumah Dinas Bupati, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (17/1/2020).

"Lalu saya ditugaskan beliau (Menkes) untuk memastikan, bahwa upaya penanggulangan antraks di Gunungkidul ini bisa dilakukan secara komprehensif," sambungnya.

Komprehensif, kata Anung adalah terlibatnya semua pihak untuk menangani kejadian tersebut. Selain itu, ia berharap penanganan tidak hanya menyasar aspek kesehatan untuk manusia, tapi juga kita entang kesehatan di dalam artian yang utuh.

"Kalau bicara antraks ada 3 area yang harus dijaga, yakni kesehatan manusia, kesehatan hewan dan kesehatan lingkungan. Karena sifatnya spora dari antraks ini sangat tahan di dalam berbagai hal yang berkaitan dengan cuaca," katanya.



Selain itu, dari hasil pemantauannya ternyata ada kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan dokter dalam mendiagnosa antraks di Gunungkidul. Dengan hal tersebut, Anung menyebut gejala antraks akan lebih cepat diketahui dan ditangani.

"Kami juga memastikan lagi hal-hal apa yang masih harus dilakukan. Di antaranya, kemarin muncul kebutuhan untuk peningkatan kemampuan dokter dalam mendiagnosa penyakit antraks," ucapnya.

"Karena itu, dalam 1-2 minggu ke depan akan ada pelatihan untuk tenaga kesehatan tentang bagaimana melihat dan mendiagnosa antraks. Semua itu untuk meminimalisir kerawanan-kerawanan tertentu untuk antraks ini," imbuh Anung.



Tak hanya itu, Anung menyebut jika Kemenkes menerima permintaan akan kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan yang bertugas. Menurutnya, Kemenkes telah memberikan kebutuhan tersebut.

"Kami mendapatkan permintaan dari Dinkes tentang kebutuhan alat pelindung diri. Karena itu, hari ini melalui Dinkes DIY kami juga menyerahkan sebagian APD bagi tenaga kesehatan.

"APD itu seperti boots, masker, sarung tangan dan kacamata. Karena penularan antraks bisa lewat inhalasi, atau lewat udara yang kita hirup, lalu lewat mukosa, mukosa termasuk di dalamnya adalah hidung, mata atau lewat kulit," imbuh Anung.



Simak Video "Blak-blakan Kemenkes: Corona Lebih Jinak dari SARS & MERS"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)