Senin, 20 Jan 2020 12:34 WIB

Antisipasi Antraks, Gunungkidul Razia Ternak yang Masuk Pasar Hewan

Pradito Rida Pertana - detikHealth
Petugas merazia mobil ternak yang melintas (Foto: Pradito Rida Pertana/detikHealth)
Gunungkidul - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melaksanakan razia terhadap hewan ternak yang akan dijual di Pasar Hewan Munggi, Kecamatan Semanu. Hasilnya, ada 3 mobil pengangkut ternak yang terjaring razia.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertama dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Suseno Budi menjelaskan, razia tersebut sudah berlangsung sejak kemarin, Minggu (19/1/2020). Selain itu, dalam razia ini turut melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, anggota TNI dan Polri.

"Kegiatan ini sudah dilakukan sejak kemarin, kalau kemarin di Pasar Hewan Siyonoharjo dan hari di Pasar Munggi. Karena 2 pasar itu masuk pasar hewan yang besar di Gunungkidul," katanya saat ditemui wartawan di Dusun Semuluh, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Senin (20/1/2020).



Dari razia tersebut, petugas gabungan berhasil menjaring 12 unit mobil pengangkut ternak yang hendak masuk ke Pasar Hewan Siyonoharjo. Sedangkan hari ini, petugas kembali menjaring beberapa unit mobil berisi hewan ternak dari wilayah endemik antraks.

"Hari ini kami mendapati 3 mobil pengangkut ternak, 3 mobil itu berasal dari Desa Gombang (Kecamatan Ponjong) dan (Desa) Pucanganom (Kecamatan Rongkop). Kedua wilayah itu masuk (wilayah) endemik antraks," katanya.

"Karena itu kami batasi peredarannya di sini (Pasar Hewan Munggi). Kalau selain dari 2 wilayah itu boleh masuk ke Pasar Munggi," sambung Suseno.



Salah satu angkutan ternak yang diperiksa.Salah satu angkutan ternak yang diperiksa. Foto: Pradito Rida Pertana/detikHealth


Karena itu, petugas melakukan razia di jalur menuju Pasar Hewan Munggi yakni, Dusun Semuluh, Desa Ngeposari, Kabupaten Gunungkidul.

"Untuk ketiga mobil berisi ternak itu kami arahkan untuk putar balik dan sementara tidak memperjualbelikan ternak di Pasar Munggi," ucap Suseno.

"Semua ini dilakukan untuk mencegah bakteri antraks keluar dari wilayah endemik," imbuhnya.

Lanjut Suseno, razia ini tidak berlangsung setiap hari. Mengingat aktivitas jual beli di kedua Pasar itu mengikuti penanggalan Jawa, di mana Pasar Hewan Siyonoharjo setiap pasaran Wage dan Pasar Hewan Munggi setiap pasaran Kliwon.

"Rencananya kegiatan ini akan berlangsung selama 2 bulan, atau sampai kondisinya reda (bersih dari bakteri antraks)," ucapnya.



Simak Video "Begini Cara Awet Menyimpan Daging Kurban"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)