Senin, 20 Jan 2020 15:26 WIB

Kenapa Antraks di Gunungkidul Muncul Terus Tiap Tahun?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Angkutan ternak di Gunungkidul dirazia terkait ancaman antraks (Foto: Pradito Rida Pertana/detikHealth)
Jakarta - Kasus antraks pada manusia yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta terakhir dilaporkan terjadi pada 31 Desember 2019. Kasus antraks di Gunungkidul diketahui selalu muncul setiap tahun.

Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Anung Sugihantono, MKes, beberapa faktor menjadi pemicu terjadinya kasus antraks setiap tahun, salah satunya perilaku hidup bersih.

"Ya kalau antraks masih ada terjadi dan berulang di Gunungkidul karena persoalan perilaku yang masih belum bisa kita tuntaskan. Ya bagaimana yang tadi disampaikan saya juga sudah mendapat konfirmasi dari ibu bupati bahwa kebiasaan mereka menganggap ternak besar itu rojokoyo yah mereka tidak mau kehilangan, jadi kalau ada yang sakit mereka cepet-cepet potong untuk segera dibagikan dan itu kan bagi mereka amalan, makanya ini yang sekarang sedang dilakukan oleh pemerintah Gunungkidul mereka menyiapkan pembiayaan untuk mengganti ternak yang sakit, agar tidak dipotong sembarangan, dan dibagikan kepada masyarakat," jelasnya saat ditemui detikcom di Gedung Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).



Lebih lanjut ia menjelaskan warga Gunungkidul memiliki kebiasaan menjual hewan yang sakit dengan harga murah, hal ini juga menjadi pemicu penyebaran virus antraks yang berulang setiap tahun di Gunungkidul.

"Jadi sapi itu bisa dijual dengan harga hanya 3 juta gitu ya, pada saat sakit dan itu kemudian dipotong oleh jagal, atau pemotong hewan yang memang spesialis orang sakit itu memang ada yang memotong di sana, nah ini yang harus kita lakukan di samping tadi (faktor) transportasi dari hewan, pakan hewan, dan pupuk yang jadi persoalan-persoalan di Gunungkidul," tambahnya.

Maka dari itu, ia bersama pemerintah dan seluruh tokoh masyarakat sama-sama bergerak untuk menyebarluaskan terkait persoalan antraks agar tak menimbulkan pandangan yang negatif tentang Gunungkidul.

"Inilah yang sekarang harus kita lakukan makanya semua bergerak, pemerintah Gunungkidul sudah memanggil semua kepala desa, camat, dan tokoh masyarakat, untuk menyebarluaskan hal ini karena kekhawatirannya adalah posisi Gunungkidul sebagai gudang ternak, ini jangan sampai kemudian timbul pesan yang tidak baik terhadap Gunungkidul," pungkasnya.



Simak Video "Blak-blakan Kemenkes: Corona Lebih Jinak dari SARS & MERS"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)