Senin, 20 Jan 2020 19:00 WIB

Mengenal Pneumonia: Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Mengenal pneumonia, penyakit yang diduga mewabah di China. (Foto: iStock)
Jakarta - Penyakit Pneumonia akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan. Mulai menghebohkan Indonesia setelah diketahui telah menyebar di China. Berbagai himbauan telah dikeluarkan WHO maupun Kementerian Kesehatan Indonesia.

Pneumonia merupakan infeksi pada jaringan dan kantung udara di paru-paru. Kantung udara itu dapat dipenuhi oleh cairan atau nanah, yang bisa menyebabkan batuk berdahak, demam, menggigil, dan kesulitan bernapas.

Gejala pneumonia bisa muncul tergantung dengan usia dan keadaan kesehatannya. Biasanya gejala itu akan berkembang selama beberapa hari. Gejala pneumonia umumnya seperti nyeri dada, sesak napas, batuk berdahak atau lendir, mudah lelah, nafsu makan hilang, mual, muntah, dan diare.

Dikutip dari WebMD, pneumonia utamanya disebabkan oleh berbagai macam organisme, seperti bakteri, virus, dan jamur. Penyebab lainnya bisa karena virus flu, virus RSV (pada bayi atau pada anak), serta bakteri Streptococcus pneumoniae dan Mycoplasma pneumoniae.


Apakah menular?

Tentu, penyakit pneumonia ini bisa menular ke orang lain, terlebih yang memiliki gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan sering minum alkohol. Untuk mengetahuinya, bisa didiagnosis dengan beberapa cara, yaitu:

- Tes darah, untuk mencari tanda-tanda adanya infeksi bakteri.
- CT scan, untuk menemukan adanya infeksi bakteri pneumonia dan seberapa jauh menyebarnya.
- Oksimetri nadi, untuk mengukur tingkat oksigen di dalam darah.
- Tes cairan, untuk memeriksa cairan atau dahak yang ada di paru-paru. Ini dilakukan untuk menemukan virus, bakteri, atau jamur yang menyebabkan pneumonia.

Jika sudah mengidap pneumonia, sesegera mungkin harus memeriksa diri ke dokter. Hal ini dilakukan agar diberikan tindakan pengobatan yang sesuai dengan penyebab pneumonianya. Saat gejala pneumonia semakin parah, segera dibawa ke rumah sakit dan memerlukan waktu pemulihan seminggu bahkan satu bulan.


Untuk mengobati pneumonia akibat bakteri bisa dengan antibiotik dan diminum rutin sesuai arahan dokter. Jika disebabkan oleh virus, antibiotik justru tidak membantu. Perlu mengkonsumsi obat demam, istirahat, dan banyak minum.

Sebagai langkah pencegahan pneumonia, ada beberapa cara ringan dan sederhana yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Menjalani vaksinasi

Vaksin adalah langkah utama yang harus diambil agar terhindar dari pneumonia. Jenis vaksin harus disesuaikan dengan usia si pasien.

2. Menjaga imunitas

Sebagai tips pencegahan, bisa dengan menerapkan pola hidup sehat. Contohnya seperti istirahat, mengkonsumsi makanan bergizi, dan rutin berolahraga.

3. Menjaga kebersihan

Cara mudah dan sederhana untuk mencegah pneumonia datang dengan cara rajin mencuci tangan. Ini dilakukan agar terhindar dari penyebaran virus atau bakteri penyebab pneumonia.

4. Berhenti merokok

Orang yang sering merokok lebih rentan terinfeksi bakteri, virus, maupun jamur penyebab pneumonia. Mulailah berhenti dari sekarang.

5. Hindari mengkonsumsi alkohol

Kebiasaan mengkonsumsi alkohol dapat menurunkan daya tahan paru-paru. Ini membuatnya lebih rentan terserang pneumonia beserta komplikasinya.



Simak Video "Taiwan Desak China Beberkan Detail Wabah Virus Korona Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)