Selasa, 21 Jan 2020 13:59 WIB

Ramai Virus Corona di China, Kemenkes RI Ingatkan Belum Ada Vaksinnya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Belum ada vaksin untuk virus corona. (Foto: DW (News))
Jakarta - Virus corona jenis baru menyebabkan gejala penyakit mirip pneumonia di Wuhan, China. Penyakit ini telah menginfeksi lebih dari 200 orang sejak wabah dimulai pada Desember 2019 lalu.

Melihat penyebarannya yang terbilang cepat, banyak masyarakat panik dan khawatir terlebih pada mereka yang akan bepergian ke China. Tak jarang masyarakat meminta vaksin pneumonia karena dianggap bisa mencegah penularan virus corona.

"Kemarin juga sempat ditanyakan kan ada vaksin? Di Indonesia ada 3 merk vaksin pneumonia tapi strainnya nggak sama. Jadi jangan kemudian karena mau ke Wuhan, minta di vaksin padahal nggak cocok," imbau Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Anung Sugihantono, di Gedung Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).



Perlu diketahui bahwa sampai saat ini tidak ada atau setidaknya belum ada vaksin yang bisa melindungi seseorang dari keluarga virus ini. Kamu bisa mengurangi risiko terpapar dengan menghindari orang yang sakit.

"Jangan di sana melakukan aktivitas yang menyerempet ke sana (penularan-red) dan komplain, padahal memang vaksinnya bukan untuk nCov (novel Coronavirus) jadi jangan terjebak karena vaksinnya untuk pneumonia biasa," pungkas dr Anung.

Usahakan untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik. Meski tak bisa dengan vaksinasi, pola hidup bersih dan sehat bisa mengurangi risiko pajanan virus corona.



Simak Video "Kemenkes Pastikan Alat Pendeteksi Virus Corona Miliknya Sudah Canggih"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)