Sabtu, 25 Jan 2020 10:11 WIB

Dari China Menyebar ke Seluruh Dunia, Seberapa Fatal Infeksi Virus Corona?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Virus corona baru di China disebut ahli sebetulnya tak terlalu mematikan. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Saat ini sedang terjadi wabah virus corona yang menghebohkan seluruh dunia. Tercatat hingga kini kasus virus corona telah menginfeksi 830 kasus di seluruh dunia dan 25 orang di antaranya meninggal dunia. Lalu apakah virus corona berbahaya dan mematikan?

"Tidak (mematikan-red), apalagi ini bukan human corona sebenarnya. Kalau human corona rata-rata lebih agresif, lebih cepat meninggalnya, ini tidak," sebut Ahli Penyakit Tropik dan Infeksi dari RS Ciptomangunkusumo (RSCM), dr Erni Juwita Nelwan, SpPD, saat dijumpai di Kantor Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020).

Sampai saat ini tingkat mortalitas atau kematian akibat virus corona masih terbilang rendah. Dari sekian ratus pasien yang menjalani perawatan, persentase kematian masih rendah dan banyak pasien sudah dipulangkan atau rawat jalan.

Dari China Menyebar ke Seluruh Dunia, Seberapa Fatal Infeksi Virus Corona?Foto: infografis virus corona detikHealth

Apabila dibandingkan dengan flu burung dengan jumlah kematian mencapai 87 persen dari pasien yang menjalani perawatan dan SARS sekitar 60 persen, virus 2019-nCoV masih terbilang jauh dari angka tersebut.

"Untuk nCoV itu kalau kita lihat nggak sampai 5 persen kematiannya dan itupun kematiannya tidak dapat dikaitkan langsung dengan virus ini karena diduga meninggalnya justru karena komorbid atau penyakit penyerta yang sudah ada di pasien," kata dr Erlina Burhan, SpP, spesialis paru dari RS Pusat Persahabatan pada kesempatan yang sama.

Meski angka kematiannya cukup rendah, saat ini yang diwaspadai adalah penularannya. Mengingat mobilitas manusia saat ini cukup cepat yang membuat kasus infeksi makin tinggi.

Dari China Menyebar ke Seluruh Dunia, Seberapa Fatal Infeksi Virus Corona?


Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)