Senin, 27 Jan 2020 13:30 WIB

Detail Korban Tewas Virus Corona Diungkap, Mayoritas Pria dengan Riwayat Sakit

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Korban virus corona berjatuhan (Foto: Chinatopix via AP)
Jakarta -

Virus corona yang sejak Desember 2019 lalu menyerang China semakin menyebar ke berbagai negara, dari Australia hingga Vietnam. Virus tersebut kini juga telah memakan korban hingga 80 orang meninggal.

Menteri Kesehatan China Ma Xiaowei mengatakan virus ini bisa menyebar, bahkan sebelum adanya gejala yang muncul pada tubuh seseorang. Dengan ini, kita tidak bisa mengetahui seperti apa orang yang rentan terhadap virus ini.

Dikutip dari The New York Times, berdasarkan hasil pemeriksaan yang ada ternyata penyakit virus corona sejauh ini banyak menyerang pria yang usianya lebih tua. Terlebih dari mereka yang memang memiliki masalah kesehatan.

Berdasarkan pernyataan komisi kesehatan, para korban virus ini dibawa ke rumah sakit karena demam dan batuk. Pada Kamis lalu, komisi kesehatan China telah mengkonfirmasi 17 kematian pertama akibat virus tersebut. Korban terdiri dari 13 pria dan 4 wanita dengan rata-rata usia 48-89 tahun.

Dilihat dari segi usia, korban termuda adalah wanita bernama Yin, berusia 48 tahun. Ia meninggal setelah mengalami gejala virus corona selama sebulan. Korban tertua adalah dua pria yang berusia 89 tahun.

Korban yang meninggal juga diidentifikasi memiliki penyakit mendasar, seperti sirosis hati, hipertensi, diabetes, dan parkinson. Sebelumnya mereka telah menjalani perawatan mencapai satu bulan, dua diantaranya meninggal setelah dirawat selama 4 hari di rumah sakit.

Para ahli medis menemukan bahwa tanda-tanda atau gejala virus corona tidak ditemukan pada orang-orang muda dan sehat. Seorang ahli epidemiologi di Universitas Columbia W Ian Lipkin juga agak meyakinkan hal tersebut.

"Sebagian besar kasus virus corona ini terjadi pada lansia dan atau memiliki penyakit kronis. Hal inilah yang bisa meningkatkan kerentanan mereka terhadap penyakit menular, salah satunya virus ini," jelasnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)