Selasa, 28 Jan 2020 05:30 WIB

Round Up

Hoax Seputar Virus Corona dan Tudingan Konspirasi Senjata Biologis

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Wabah virus corona telah memakan 80 orang korban tewas. Indonesia mengantisipasi masuknya virus corona dengan pemeriksaan penumpang di sejumlah bandara. Pemindaian untuk mendeteksi kemungkinan virus corona (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Menyebarnya virus corona nCoV dari Wuhan ternyata dibarengi dengan hoax yang tak kalah viral. Selain menyesatkan, berbagai informasi yang tidak tepat juga memicu kepanikan berlebih.

Salah satunya menyebut bahwa virus corona bisa ditularkan lewat makanan dan barang-barang impor dari China. Pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan virus corona tidak menular dengan cara tersebut.

"Tidak ada ceritanya makanan, pakaian, sekarang kan sudah banyak diomongin 'beli pakaian dari China nanti menularkan', itu nggak," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr Anung Sugihantono.

Hoax lain yang tidak kalah viral adalah bahwa bawang putih bisa menjadi obat yang ampuh untuk menyembuhkan infeksi virus corona. Informasi menyesatkan ini beredar melalui pesan berantai di layanan pesan instan.

"Ini bawang puti yg besar ambil 8 biji, dikupas kulitnya ditaruh mangkok di tuang 7 gelas air mendidih selama 3 menit setelah itu di minum langsung 2 gelas ,ternyata pasien yg kena Virus Corona sembuh di hari kedua/setelah malam minum air bawang putih ini!!!!!" demikian bunyinya.

Ahli vaksin dari OMNI Hospitals Pulomas, dr Dirga Sakti Rambe, SpPD, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak tepat. Hingga saat ini, belum ada obat maupun vaksin yang terbukti manjur untuk mengobati nCoV.

"Bahwa mungkin bawang putih punya manfaat kesehatan, iya. Tapi tidak ada satu pun penelitian yang membuktikan bahwa bawang putih bisa membunuh virus corona," katanya.

Tidak kalah ramai adalah soal dugaan konspirasi senjata biologis. Informasi yang tidak jelas asal-usulnya menyebut, virus corona Wuhan diyakini adalah ciptaan manusia yang ditujukan sebagai senjata biologis.

Menurut dr Dirga, informasi semacam ini hampir selalu muncul setiap kali muncul penyakit atau virus baru. Namun setiap kali pula, tidak pernah ada yang terkonfirmasi kebenarannya. Daripada memikirkan konspirasi, memikirkan pencegahannya akan jauh lebih bermanfaat.

"Munculnya info-info yang tidak bisa dipertanggungjawabkan ini hanya akan menimbulkan kepanikan yang luas," tegasnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)