Kamis, 30 Jan 2020 12:01 WIB

Peneliti China Klaim Temukan 3 Obat untuk Menekan Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Virus corona yang menyebar di wilayah Wuhan, China, membuat sejumlah warganya terjangkit dan harus dievakuasi ke rumah sakit. Tim medis pun bantu evakuasi warga Tim peneliti China klaim sudah temukan obat untuk virus corona. Foto: Chinatopix via AP
Jakarta -

Peneliti China telah menemukan tiga obat yang memiliki efek cukup baik untuk menghambat virus corona di tingkat sel. Ketiga obat tersebut yaitu Remdesivir, Chloroquine, dan Ritonavir kini di bawah prosedur yang relevan untuk mendapatkan persetujuan penggunaan secara klinis.

Dikutip dari Xinhua News, penemuan ini dilakukan bersama para peneliti Akademi Ilmu Kedokteran Militer dan Institut Virologi Wuhan (WIV), yang berada di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS).

Sebelumnya, para peneliti dari institut Shanghai Materia Medica bersama CAS dan Universitas Shanghai Tech memilih 30 kandidat obat yang ada untuk virus corona. Mulai dari produk alami yang aktif secara biologis sampai obat-obatan tradisional China, yang mungkin memiliki efek terapi untuk virus tersebut.


Kandidat yang dipilih sebagai obat virus corona di antaranya:

1. 12 obat anti-HIV, seperti Indinavir, Saquinavir, Lopinavir, dan Carfilzomib

2. Dua obat anti-virus pernapasan syncytial

3. Obat anti-skizofrenia

4. Obat penekan kekebalan tubuh

5. Serta obat-obatan tradisional China, termasuk Polygonum cuspidatum.

Sejak munculnya 2019-nCoV ini, beberapa tim peneliti yang dipimpin WIV sudah melakukan penelitian terhadap 5 aspek, yaitu produk deteksi cepat, obat antivirus dan vaksin, penelitian keterlacakan hewan, serta riset etiologi dan epidemiologi.

Para peneliti WIV juga telah mengembangkan tes antibodi agar dapat meneliti lebih lanjut dan dalam untuk memerangi virus ini. Hingga saat ini, virus corona telah merenggut lebih dari 130 nyawa dan menginfeksi hampir 6.000 kasus per Selasa kemarin.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)