Jumat, 31 Jan 2020 10:10 WIB

WHO Sudah Nyatakan Darurat Virus Corona, Indonesia Tetap Belum Ada Suspek

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara siap menjadi rumah sakit rujukan penanganan pasien suspek corona. WHO tetapkan nCoV sebagai darurat kesehatan global. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Beberapa rumah sakit di Indonesia seperti RS Hasan Sadikin dan RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, tidak menyebut pasien yang 'dicuriga' virus corona sebagai suspek. Disebut bahwa ke-13 pasien yang diperiksa masih dalam kategori People Under Observation atau diawasi dengan ketat dan dalam pengamatan saat menunjukkan gejala penyakit apapun.

"Kami kan nggak mau kecolongan nih, pokoknya sakit apapun kita awasi dengan ketat sampai diyakinkan tidak ada virus di dalam tubuhnya. Artinya kita periksa, kita awasi, kemudian kita pantau, dan dilihat riwayatnya pernah kontak langsung nggak dengan orang yang sakit?," jelas dr Achmad Yurianto, Sekretaris pada Sekretariat Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, kepada detikcom, ditulis Jumat (31/1/2020).

Pasien yang masih dalam tahap pengawasan baru bisa disebut suspek jika memiliki riwayat kontak langsung dengan orang yang telah dinyatakan positif virus corona nCov. Untuk di Indonesia sendiri, setelah dilakukan pengecekan, ke-13 pasien tidak ada riwayat kontak langsung.

Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan 2019-nCoV sebagai Global Health Emergency atau Kedaruratan Kesehatan Global tentang kejadian luar biasa yang berisiko mengancam kesehatan masyarakat negara lain melalui penularan penyakit lintas batas negara."Baru boleh bilang suspek ketika pasien ada riwayat kontak langsung. Alhamdulillah pasien tersebut nggak ada (kontak langsung-red) namun pemeriksaan tetap kita lakukan dan negatif semua hasilnya," papar dr Yuri.

"Alasan utama dari deklarasi ini bukan karena apa yang terjadi di China tetapi karena keadaan di negara-negara lain," sebut petinggi WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)