Jumat, 31 Jan 2020 11:50 WIB

WHO Deklarasikan Situasi Darurat Global untuk Virus Corona, Ini Artinya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pasien TKW asal Hongkong yang di rawat di RSUD Sidoarjo negatif virus corona. Meski begitu, perawatan terhadap pasien bernama Minarti tersebut tetap dilakukan intensif. Virus corona nCoV dinyatakan sebagai darurat kesehatan global. (Foto: Suparno)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah virus corona tipe baru atau 2019-nCoV sebagai situasi darurat global atau Public Health Emergency of International Concern. Sejak dimulai bulan lalu, penyebaran virus telah mencapai hampir 20 negara, membuat ribuan orang sakit, dan berdampak pada perjalanan juga bisnis di seluruh dunia.

"Alasan utama dari deklarasi ini bukan karena apa yang terjadi di China tetapi karena keadaan di negara-negara lain," sebut petinggi WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dilansir dari AFP, Jumat (31/1/2020).

WHO mendefinisikan Situasi Darurat Global sebagai peristiwa luar biasa yang berisiko mengancam kesehatan masyarakat negara lain melalui penularan penyakit lintas batas negara sehingga membutuhkan tanggapan internasional yang terkoordinasi.

Deklarasi ini adalah penetapan kelima yang dilakukan WHO setelah wabah 'flu babi' H1N1 pada tahun 2009, virus polio di 2014, wabah Ebola Afrika Barat 2014, Zika Afrika 2015 hingga 2016, serta, setelah melalui banyak pertimbangan, wabah Ebola di Kivu, Republik Demokratik Kongo tahun 2018.

Mengutip laman resmi WHO, deklarasi darurat kesehatan global memberikan direktur Jenderal WHO kuasa untuk menetapkan rekomendasi yang dapat mencegah penyebaran penyakit seperti travel advisory bahkan pembatasan perjalanan sehingga memungkinkan pihak terkait untuk meninjau langkah kesehatan yang berlaku di negara terdampak.

Deklarasi tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan dukungan internasional dan upaya diplomatik sehingga membuat lebih banyak dana terkumpul dalam upaya mendukung tim kesehatan di negara tersebut.

Meskipun ada deklarasi darurat kesehatan global, WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan pada saat ini. Meski demikian, semua negara harus menerapkan kebijakan kesehatan publik berbasis bukti, memerangi kesalahan informasi, berbagi data, dan bekerja sama untuk menghentikan penyebaran virus.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)