Jumat, 31 Jan 2020 17:59 WIB

Kemenkes Bantah Tak Punya Reagen untuk Virus Corona Wuhan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Dr dr Vivi Setyawaty Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Dr dr Vivi Setyawaty (Foto: Nafilah Sri Sagita K/detikHealth)
Jakarta -

Ilmuwan dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menyebut reagen yang ada di Indonesia baru bisa mendeteksi virus corona, tidak spesifik virus corona baru dari Wuhan (2019-nCoV). Kementerian Kesehatan memastikan sudah punya reagen untuk nCoV.

"Sejak akhir desember sudah punya reagen untuk novel coronavirus," tegas Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Dr dr Vivi Setyawaty, M Biomed saat ditemui di Auditorium Prof Dr GA Swabessy, Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Jumat (31/1/2020).

Menurut dr Vivi, WHO memiliki daftar laboratorium yang bisa melakukan pemeriksaan sesuai guideline. Laboratorium milik Kemenkes, dikatakannya sudah sesuai dengan checklist.

Sebelumnya, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio mengatakan identifikasi virus corona 2019-nCoV saat ini harus melewati 2 tahap. Tahap pertama mendeteksi adanya virus corona apapun jenisnya, tahap berikutnya baru menentukan jenis 2019-nCoV atau bukan. Karenanya, butuh waktu lebih lama yakni 4-5 hari.

Kit yang digunakan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, menurut Prof Amin, bisa melakukannya dengan hanya satu step. Saat ini, timnya tengah mengusahakan untuk punya kit yang bisa mendeteksi dengan lebih cepat.

"Bisa hanya dua harian (dengan kit yang baru), dan itu pun harus tetap dikonfirmasi," jelasnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)