Jumat, 31 Jan 2020 19:29 WIB

Balitbangkes Klaim Reagen Virus Corona yang Dipakai Sudah Sesuai WHO

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sosialisasi dan edukasi pencegahan virus corona dilakukan di Stasiun Gambir, Jumat, (31/1/2020). Berikut foto-fotonya. Hingga saat ini Indonesia masih bebas dari infeksi corona virus Wuhan (2019-nCoV) (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Indonesia sampai saat ini masih bersih dari virus corona 2019-nCoV. Menurut data terbaru dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), 30 kasus terkait virus ini sudah diidentifikasi dan hasilnya adalah negatif.

Pendeteksian dilakukan dengan menggunakan reagen atau suatu zat kimia yang dibutuhkan dalam mendeteksi seseorang terinfeksi virus corona atau tidak. Balitbangkes pun mengakui telah mempunyai reagen ini.

"Sejak akhir Desember kita sudah punya reagen," kata Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Dr dr Vivi Setyawaty, M Biomed, pada Jumat (31/1/2020).

Namun darimana reagen itu didapatkan? Sebab tak hanya Indonesia, di berbagai negara pun wajib mempunyai reagen tersebut untuk mendeteksi virus corona.

"Susah menjelaskannya, karena harus dijelaskan secara satu per satu," ucap dr Vivi.

dr Vivi menjelaskan bahwa yang disebut reagen itu banyak jenisnya, mulai dari ekstraksi, PCR (Polymerase Chain Reaction), primer, hingga squencing. Menurutnya yang terpenting reagen yang telah disiapkan sudah sesuai dengan standar WHO (World Health Organization).

"Jadi reagen itu sudah tersedia di laboratorium kami, sesuai dengan guideline yang diberikan dari WHO," tuturnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)