Sabtu, 01 Feb 2020 06:30 WIB

Kenapa Belakangan Ini Susah Cari Masker? Ini Kata Pabriknya

Deny Prastyo Utomo - detikHealth
masker virus corona Pembuatan masker di pabrik (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Permintaan produksi masker di salah satu pabrik masker di Surabaya meningkat. Salah satu penyebab meningkatnya masker di pasaran lantaran adanya virus corona.

Saat detikcom, mengunjungi pabrik pembuatan masker di PT Kasa Husada Wira Jatim di Jalan Kalimas Barat, terlihat para karyawan secara teliti membuat berbagai produk mulai dari verban hingga masker untuk penutup hidung dan mulut.

Manager Umum dan Purchasing PT Kasa Husada Wira Jatim Broto Susetyo mengatakan masker non woven yang pihaknya produksi untuk kesehatan untuk kebutuhan rumah sakit, akhir-akhir ini meningkat.

"Akhir-akhir ini meningkat memang ada wabah virus corona, memang butuh perhatian khusus buat kita semua. Maka kita sudah menyiapkan lini bisnis kita untuk menambah kapasitas produksi kita yang selama ini mulai 20 karton perbulan, kita coba up sekitar 10 persen," kata Broto kepada wartawan, Jumat(31/1/2020).

Diakui oleh, Broto jika pihaknya tidak bisa langsung merubah lini bisnis pembuatan masker di tengah permintaan yang semakin meningkat selama beberapa minggu terakhir ini, disebabkan produksinya sudah tersetting sejak awal tahun, bahkan sebelum munculnya virus corona.

"Permintaan terhadap omzet masker ini, peningkatannya sampai 50 persen sampai 70 persen, dibandingkan dalam kondisi normal. Sejak satu bulan terakhir ini permintaan meningkat bahkan sampai 100 persen," ungkap Broto.

Sementara itu, Broto mengungkapkan jika adanya permintaan yang meningkat karena adanya virus corona. Suplai masker untuk rumah sakit agak sedikit terganggu.

"Beberapa produk untuk rumah sakit yang tershecedule sementara agak terganggu," lanjut Broto.

Sementara itu, Broto juga mengakui jika ada permintaan dari beberapa konsumen mulai dari Kementerian, ikatan Apoteker juga sudah mengubunginya untuk memesan masker. Namum pihaknya sendiri belum tahu akan dikirim ke luar negeri atau tidak.

"Kalau supplay kemana, saya tidak paham. Sebab ada beberapa permintaan dari temen-temen Kementrian sudah kontak ke kita dan teman-teman dari ikatan apoteker juga sudah kontak, barang itu akan dikirim ke hongkong atau china saya nggak paham. Tapi yang pasti barang dari kita," tandas Broto.

Untuk produk masker non woven produksi PT Kasa Husada sendiri 1 karton berisi 40 bok dan 1 bok berisi 50 biji. Masker tersebut dijual 1 boknya seharga Rp 20 ribu.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)