Minggu, 02 Feb 2020 07:02 WIB

Bahaya Percaya Hoax Pakai Masker Terbalik, Ini Penjelasan Dokter

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Turis China Berburu Masker Jangan percaya hoax pakai masker dibalik. (Foto: AP)
Jakarta -

Di tengah maraknya wabah virus corona (2019-nCoV), beredar informasi tentang 'cara yang benar' untuk memakai masker. Banyak yang bilang memakai masker terbalik itu bisa menangkal debu, kuman, atau virus lebih baik.

Menanggapi hal ini, dokter spesialis paru dari RS Awal Bros Tangerang, dr Fitri Rahayu Sari, SpP, mengatakan informasi pakai masker dibalik salah. Menurutnya, setiap barang dibuat pasti ada alasannya.

"Saya juga ngga tau itu asalnya dari mana. Sebenarnya itu salah. Dia (masker) dibuat pasti ada alasannya," katanya pada detikcom, Jumat (31/1/2020).

"Jadi bagian yang berwarna itu ada di bagian depan. Teksturnya lebih kasar dan digunakan untuk menghindari cipratan air liur saat orang batuk atau bersin, karena bersifat waterproof," jelasnya.

Lipatan di bagian luar juga mengarah ke bawah. Menurut dr Fitri, agar kuman dan kotoran itu langsung jatuh bukan mengendap di masker.

Pada bagian dalam, teksturnya lebih lembut agar tidak membuat wajah iritasi. Berbeda dengan yang bagian luar, bagian dalam ini bersifat absorber atau menyerap.

"Selain itu, lipatan di bagian dalam itu mengarah ke atas. Jika kita pakai terbalik, malah akan mengumpulkan kuman dan kotoran itu bahaya banget untuk tubuh kita," ujar dr Fitri.

Jika masker dipakai terbalik bukannya menghindari kuman dan kotoran, tapi malah menyerapnya masuk ke tubuh. Terlebih jika ada orang batuk atau bersin, malah akan menyerap cipratan air liur itu.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)