Rabu, 05 Feb 2020 05:51 WIB

Sanksi Apakah yang Layak Bagi Penyebar Hoax Virus Corona?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Hoax suspek virus corona meninggal di Semarang. Hoax seputar virus corona menyebar nyaris tak terbendung (Foto: Tangkapan layar Facebook)
Jakarta -

Semenjak wabah virus corona menghebohkan masyarakat, hoax terkait virus ini pun semakin tak terkendali. Tak sedikit juga orang yang sudah merasa gerah atas aksi dari oknum tidak bertanggung jawab ini.

Menanggapi hal ini, Direktur Pelayanan Sekunder dan Unggulan, dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Dr dr Sukanto, SpPD, K-AI, mengatakan perlunya pemberian hukuman terhadap oknum penyebar hoax.

"Sebenarnya paling gampang ya hukum saja kalau dia menyebarkan sesuatu yang tidak benar," kata dr Sukanto kepada detikcom, Selasa (4/2/2020).

Menurutnya hukuman yang pantas untuk diberikan kepada oknum tersebut ialah sanksi moral. dr Sukanto pun memberikan contoh salah satu sanksi moral kepada oknum penyebar hoax di media sosial.

"Kalau di media sosial kan gampang banget diberikan sanksi moral. Bareng-bareng kita bilang bahwa yang bersangkutan tuh nggak benar, sehingga opini tentang yang disampaikan bersangkutan, orang akan jadi ragu-ragu," ucap dr Susanto.

"Sampai akhirnya orang-orang sadar, ternyata orang ini mengatakan hoax," pungkasnya.

Kira-kira, cukupkah hanya dengan saksi moral?



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)