Rabu, 05 Feb 2020 11:20 WIB

Masker N95 di Pasar Pramuka Kosong, Siapa Saja Sih yang Borong?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pedagang merapikan masker di Pasar Pramuka, Jakarta, Selasa (4/2/2020). Menurut keterangan pedagang, harga masker di pasar Pramuka mengalami kenaikan yang semula dihargai Rp195.000 hingga ribu Rp250.000 per box naik menjadi Rp1.700.000 tergantung merek, karena mewabahnya virus corona di sejumlah negara. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp. Wabah virus corona bikin penjualan masker meningkat tajam (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta -

Masker N95 yang kini harganya semakin meroket ternyata tidak menyurutkan antusias masyarakat untuk membelinya. Bahkan perwakilan dari kantor-kantor di daerah Jabodetabek juga membelinya.

"Ya ada aja sih, sampai 2 karton besar masker biasa yang 3 lapis. Itu bisa Rp 1,3 (juta) per karton besar, isinya 40 kotak kecil," jelas Adi, seorang pedagang alat kesehatan, saat disambangi di Pasar Pramuka, Rabu (5/2/2020).

"Itu buat kantor katanya, keperluan jadi harus stok gitu. Tapi, ada juga yang beli kotak kecil buat sendiri jaga-jaga lagi musim penyakit katanya," imbuhnya.

Fakta-fakta penting masker N95.Fakta-fakta penting masker N95. Foto: infografis detikHealth

Lain halnya dengan yang dialami Sita, seorang pekerja di salah satu Apotek. Ia mengaku pernah melayani pembeli dari etnis China yang membeli masker N95 sampai 10 kotak.

"Katanya sih buat keluarganya, nggak tahu dikirim lagi atau dipakai sendiri (pribadi). Sampai 10 kotak, ya dikali aja per kotaknya Rp 1,5 juta," katanya.

Sita mengatakan pernah bertanya kepada pembelinya kenapa membeli masker dengan jumlah banyak.

"Rata-rata jawabannya gara-gara virus corona, padahal mah jangan sampai mampir ke Indonesia ya," kata Sita.



Simak Video "Kapan Waktu yang Baik untuk Gunakan Masker?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)