Kamis, 06 Feb 2020 19:02 WIB

Terkait Obat Kanker, Ada Berapa Sih yang Dapat Izin BPOM?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Customer in pharmacy holding medicine bottle. Woman reading the label text about medical information or side effects in drug store. Patient shopping pills for migraine or flu. Vitamin or zinc tablets. Setiap tahun ada sekitar 25 obat kanker yang disetujui BPOM. (Foto: iStock)
Jakarta -

Sebagai salah satu penyakit tidak menular yang berbahaya, kanker harus ditangani dengan pengobatan yang tepat. Tak hanya itu, obat kanker yang digunakan juga harus terbukti aman dan berkhasiat.

Di Indonesia, untuk memastikan obat itu layak atau tidak harus melewati pengawasan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jadi, ada berapa obat sih yang sudah disahkan BPOM?

"Persisnya kurang tahu, karena obat kanker itu akan meningkat jumlahnya hingga semakin besar," ujar Ketua Formularium Nasional, Prof dr Iwan Dwi Prahasto, M Med, SC, PhD, saat ditemui di Auditorium RS Kanker Dharmais, Kamis (6/2/2020).

"Tapi, kalau kita lihat yang sudah disetujui pihak Food and Drug Administration (FDA) dan lolos uji BPOM, kira-kira per tahun ada sekitar 23-25 obat kanker. Jadi, dalam 5 tahun bisa hampir 180 obat kanker baru yang disetujui BPOM," katanya.

Obat yang disetujui FDA belum tentu semuanya lolos dari BPOM. Prof Iwan mengatakan rata-rata obat dari FDA banyak yang masih belum selesai diuji klinis.

Menurut Prof Iwan obat tersebut tidak bisa digunakan di Indonesia. Penyebabnya, bisa saja hasil atau efek dari obat itu tidak sesuai yang diharapkan. Jika di Amerika, bisa saja obat dicabut atau ditarik dari peredaran.

"Di Indonesia tidak bisa begitu. Nggak bisa sewaktu-waktu obat itu dicabut dari peredaran karena belum selesai uji klinisnya. Jadi, lebih baik tunggu hasil dari BPOM sebagai lembaga yang berwenang," jelas Prof Iwan.



Simak Video "Respons Kekebalan yang Diharapkan dari Vaksinasi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)