Jumat, 07 Feb 2020 14:42 WIB

Terlalu Sering Menghela Napas, Pertanda Baik atau Buruk?

Achmad Reyhan Dwian - detikHealth
ilustrasi meditasi Olah pernapasan bermanfaat bagi kesehatan mental (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Menghela napas adalah hal yang wajar dilakukan oleh setiap orang. Umumnya menghela napas kerap diartikan sebagai cara meluapkan perasaan sedih, atau pun lelah.

Rata-rata manusia menghela napas sebanyak 12 kali dalam waktu 1 jam. Namun apakah terlalu sering menghela napas bisa menyebabkan suatu masalah?

Dikutip dari Healthline, menghela napas dapat mengoptimalkan kinerja alveoli. Alveoli merupakan kantung-kantung udara kecil di dalam paru-paru, yang bertugas sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.

Meskipun menghela napas umumnya terjadi pada saat merasa cemas atau depresi. Nyatanya menghela napas bisa memberikan efek lega pada seseorang.

Studi yang dilakukan oleh University of Leuven, Belgia, pada tahun 2009 dan 2016 menunjukkan bahwa menghela napas dapat mengurangi ketegangan pada seseorang yang sedang merasa cemas.



Simak Video "Viral Video Paru-paru Jadi Hitam karena Merokok Puluhan Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)