Minggu, 09 Feb 2020 05:30 WIB

China Investigasi Kematian 'Whistle Blower' Virus Corona dr Li Wenliang

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Li Wenliang, Dokter Whistle Blower yang Meninggal Tertular Virus Corona Li Wenliang,dokter yang menjadi whistle blower wabah virus corona baru (Foto: diolah)
Jakarta -

Seorang dokter mata di Wuhan, Li Wenliang meninggal di usia 34 tahun setelah terinfeksi virus corona 2019-nCoV. Ia merupakan salah seorang 'whistle blower' yang pertama kali menyerukan ancaman virus mirip SARS.

Li meninggal Jumat silam setelah didiagnoisis terinfeksi virus corona jenis baru 2019-nCoV. Tak lama berselang, The National Supervisory Commission memutuskan untuk menginvestigasi kematian Li.

Tidak disebutkan dengan rinci apa yang akan diinvestigasi, tetapi kabar ini muncul saat berkembang kritik tentang penanganan krisis di China. Otoritas setempat disebut tidak transparan pada fase awal epidemi.

Li dan sejumlah tenaga medis menajadi 'whistle blower' ketika mereka menyerukan adanya ancaman virus seperti SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Peringatan ini, bagaimanapun dianggap sebagai tindakan ilegal oleh otoritas yang berwenang.

Kematian Li yang berusia relatif muda juga menjadi sorotan. Riset yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa kematian akibat virus corona Wuhan lebih banyak terjadi ada usia lebih dewasa dan dengan riwayat penyakit kronis.

Dikutip dari Xinhuanet, Komisi Kesehatan Nasional China mengungkapkan belasungkawa atas meninggalnya Li. Komisi ini sangat menghormati tenaga medis yang menghadapi tantangan di garis depan dalam mengendalikan epidemi dan mengesampingkan risiko bagi diri mereka sendiri.



Simak Video "Dokter yang Kabarkan Virus Corona Wuhan Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)