Minggu, 09 Feb 2020 10:00 WIB

Rumah Duka di Wuhan Klaim Kremasi 100 Mayat Sehari karena Wabah Virus Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Medical staff members carry a patient into the Jinyintan hospital, where patients infected by a mysterious SARS-like virus are being treated, in Wuhan in Chinas central Hubei province on January 18, 2020. - The true scale of the outbreak of a mysterious SARS-like virus in China is likely far bigger than officially reported, scientists have warned, as countries ramp up measures to prevent the disease from spreading. (Photo by STR / AFP) / China OUT Kematian akibat virus corona meningkat setiap hainya. (Foto: STR/AFP)
Jakarta -

Seorang pekerja di rumah duka krematorium di Wuhan mengatakan saat ini ia dan rekannya sangat sibuk dan tidak bisa beristirahat karena tiap hari harus membawa jenazah dari rumah sakit ke tempat kremasi dan rumah keluarga dalam jumlah yang banyak karena wabah virus corona.

Pria yang bernama Yun ini mengklaim dalam sehari mereka bisa menerima hampir 100 jenazah untuk pemulasaran dengan cara dikremasi. Jenazah ini dikumpulkan dari tiga rumah sakit utama di Wuhan ditambah rumah sakit kecil lainnya serta dari tempat tinggal pribadi.

"Sejak 28 Januari lalu, 90 persen pekerja kami bekerja 24 jam dalam 7 hari. Kami tidak bisa pulang. Kami benar-benar butuh lebih banyak tenaga kerja," katanya dikutip dari Daily Star.

Ia lalu menjelaskan saat ini rumah duka di Wuhan sedang berjuang untuk mengatasi masuknya mayat setiap hari. Hampir semua rumah duka bekerja di ruang kremasi selama 24 jam. Yun dan rekannya diberi pakaian pelindung untuk mencegah paparan penularan.

"Bagi kami yang memindahkan jasad, kami tidak makan dan minum dalam waktu lama karena mengenakan jas pelindung karena melepasnya akan memakan banyak waktu. Jas pelindung tidak bisa dipakai lagi setelah digunakan," jelasnya.

Warga setempat di Wuhan menambahkan bahwa staf lain di rumah duka termasuk resepsionis tidak memilikki pakaian pelindung sesuai standar. Mereka hanya mengenakan jas hujan.

Selain itu anggota keluarga juga dilaporkan tidak diizinkan melihat jenazah sebelum dikremasi karena masih tingginya risiko terinfeksi.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)