Senin, 10 Feb 2020 10:07 WIB

Tak Ada Virus Corona Wuhan di Indonesia, Dulu SARS Juga 'Ogah' Masuk

Firdaus Anwar - detikHealth
Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan sosialisasi terkait virus corona di Apartemen Mediterania Garden 2, Jakarta, Kamis (6/1). Sosialisasi tersebut disambut baik warga. Studi melihat kemungkinan berdasarkan jumlah penerbangan ke dan dari Wuhan. (Foto ilustrasi: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Beberapa negara tetangga sudah terjangkit virus corona Wuhan (2019-nCoV). Indonesia jadi sorotan karena belum ada satupun kasus yang terkonfirmasi positif.

Sorotan makin tajam ketika sebuah penelitian di Harvard University memprediksi virus corona Wuhan seharusnya sudah masuk Indonesia. Prediksi ini dibuat dengan permodelan berdasarkan volume penerbangan dari dan ke Wuhan.

Dokter penyakit dalam yang juga vaksinolog dari Omni Hospitals Pulomas, dr Dirga Sakti Rambe, M.Sc, SpPD, mengatakan perkiraan yang dibuat berdasarkan statistik harus jadi perhatian. Secara saintifik, permodelan semacam itu bisa dipertanggungjawabkan.

Namun sebagaimana layaknya perkiraan, kemungkinan benar dan salah selalu terbuka. Ia mencontohkan seperti pada wabah severe acute respiratory syndrome (SARS) beberapa tahun silam.

"Kita bicara soal probabilitas. Dulu confirmed case SARS ada di Singapura dan Thailand, tapi juga tidak ada di Indonesia," kata dr Dirga saat dihubungi detikcom, Senin (10/2/2020).

Penelitian di Harvard yang diberi catatan 'belum peer reviewed' ini menempatkan Indonesia di bawah interval prediksi 95 persen. Artinya, jumlah kasusnya berada di bawah perkiraan yang dibuat dengan permodelan statistik.



Simak Video "Bayi Baru Lahir di Wuhan Terinfeksi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)