Senin, 10 Feb 2020 11:15 WIB

Alasan untuk Tak Panik Menyikapi Riset Harvard Soal Virus Corona di RI

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Petugas gabungan Pengawasan Orang Asing (PORA) mengunjungi Lai Chin Cheung (60, tengah), WNA asal Hongkong yang tinggal bersama istrinya yang asli pribumi (WNI), Zulfatun Nimah (36, kiri), di Gandong, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (7/2/2020). Pengawasan Orang Asing itu dilakukan secara gabungan dengan melibatkan tim Dinas Kesehatan demi mengantisipasi wabah novel corona atau 2019-nCov melalui WNA yang berasal atau memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara terdampak virus memastikan. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/pd. Pengawasan yang dilakukan petugas untuk antisipasi virus corona. (Foto: ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)
Jakarta -

Ramai diperbincangkan kembali sebuah riset yang dilakukan di Harvard University. Sebab riset tersebut memprediksi seharusnya virus corona 2019-nCoV sudah masuk ke Indonesia.

Menanggapi hal ini Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio, mengatakan meski studi yang dilakukan berdasarkan keilmuan dan faktor-faktor yang mendukung, tetap saja itu hanyalah sebuah prediksi.

"Studi itu kan berdasarkan keahlian yang mereka miliki dalam membuat prediksi. Prediksi itu kan bukan sesuatu yang harus diikuti," kata Prof Amin, kepada detikcom, Senin (10/2/2020).

Meskipun begitu, menurutnya riset yang dilakukan di Harvard University tersebut tetap bisa di pertanggungjawabkan.

"Iya bisa dipertanggungjawabkan, artinya mereka dalam publikasinya sudah menyebutkan faktor-faktor A, B, C, D. Artinya faktor-faktor yang mereka teliti itu adalah yang mereka kuasai dan mereka anggap itu tidak akan berubah-ubah," ucap Prof Amin.

Prof Amin juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik dengan adanya studi ini. Alasannya, hal ini masih menjadi sebuah prediksi.

"Prediksi itu kita pakai hanya untuk menambah kewaspadaan saja, bukan untuk menambah panik atau menjadi paranoid, namanya juga prediksi," imbaunya.

"Kita harus menyikapi dengan cerdas prediksi itu," pungkasnya.



Simak Video "Dugaan Lain Munculnya Virus Corona, Kebocoran Laboratorium Wuhan?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)