Senin, 10 Feb 2020 16:50 WIB

Data Terbaru: Dari 62 Suspek Corona di Indonesia, 59 Dinyatakan Negatif

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan sosialisasi terkait virus corona di Apartemen Mediterania Garden 2, Jakarta, Kamis (6/1). Sosialisasi tersebut disambut baik warga. Dari sejumlah sampel yang diperiksa, hingga kini belum ada kasus positif yang terdeteksi di Indonesia (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Virus corona baru 2019-nCoV yang mewabah di Wuhan kini sudah menyebar ke beberapa negara. Beberapa penelitian sempat menyebut kemungkinan virus corona baru di Indonesia tidak terdeteksi.

Menanggapi hal ini, dr Achmad Yurianto, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan menjelaskan sejumlah hasil spesimen yang sudah diperiksa hingga saat ini dinyatakan negatif.

"Kita sudah menerima 62 spesimen. dari 62 ini 59 sudah ada hasilnya negatif, tiga masih proses karena datang barengan," jelasnya saat ditemui di Gd Adhyatma Ruang Naranta Pers, Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020).

Menurutnya, hasil tersebut menegaskan bahwa kasus novel coronavirus memang belum masuk Indonesia. Menurutnya, ada hal yang perlu dipahami saat memeriksa virus.

"Perlu dipahami memeriksa virus tidak sama seperti memeriksa golongan darah. Karena spesimen yang akan kita periksa adalah mukosa atau lendir saluran napas bukan darah dan bukan urine. Ambil pakai kapas dan diswab dari hidung atau tenggorokan kemudian diperiksa sesuai dengan standar WHO. Swab ini membutuhkan fasilitas laboratorium dengan sertifikasi BSL 2 atau (biosecurity level 2 atau 3)," tambahnya.

"Di Indonesia hanya ada tiga. Yang pertama level dua ada di pusat penyakit tropis Universitas Airlangga Surabaya, dan di lembaga Eijkman, dan satu Balitbangkes itu level 3," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)