Selasa, 11 Feb 2020 14:52 WIB

Soal Virus Corona, Guru Besar UI Akui Surveilans Kurang Memadai

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Otoritas Hong Kong evakuasi penghuni apartemen di pinggiran kota itu. Evakuasi dilakukan usai ada penghuni apartemen yang alami gejala terinfeksi virus corona. Hingga korban jiwa akibat virus corona Wuhan tembus angka 1.000 kasus, Indonesia tetap tidak menemukan ada kasus positif. (Foto: AP Photo/Kin Cheung)
Jakarta -

Hingga sampai saat ini belum ada kasus positif virus corona 2019-nCoV di Indonesia. Sementara itu, negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia sudah memiliki sejumlah kasus positif.

Kondisi ini tentu membuat beberapa masyarakat menjadi bertanya-tanya, apakah ada sesuatu yang salah dalam penjagaan dan pemeriksaan terkait virus corona?

Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI), Prof dr Ascobat Gani, MPH, DrPH, mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya siap dalam menangani wabah virus corona.

"Secara teknologi dan keilmuwan kita mampu. Tapi secara kapasitas barangkali kita perlu lihat ya, apalagi pintu masuknya sangat banyak," kata Prof Ascobat, pada Selasa (11/2/2020).

Secara teknologi dan keilmuwan kita mampu. Tapi secara kapasitas barangkali kita perlu lihat ya, apalagi pintu masuknya sangat banyak.Prof dr Ascobat Gani, MPH, DrPH - Guru Besar FKM UI

Menurutnya, kendala yang masih terjadi di Indonesia adalah surveilans atau pengumpulan data kesehatan yang masih kurang memadai. Hal ini disebabkan oleh wilayah Indonesia yang sangat luas.

"Indonesia ini tidak sebesar Malaysia, Singapura, dan Thailand, jarang negara seperti Indonesia yang batasannya itu ribuan kilometer, bandara kita ratusan, pelabuhan juga ratusan mungkin ribuan," jelasnya.

Prof Ascobat juga mengatakan untuk mempersiapkan sistem surveilans di sekian banyak titik, memerlukan biaya yang besar dan juga sumber daya manusia (SDM) yang tidak sedikit.

"SDM-nya harus kita latih dan tidak mudah melatih sekian banyak orang, kemudian uang dan masalah kita banyak, nggak hanya virus corona," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)