Selasa, 11 Feb 2020 15:35 WIB

China Wajibkan Kremasi Korban Virus Corona, Seperti Apa SOP yang Berlaku?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Otoritas Hong Kong evakuasi penghuni apartemen di pinggiran kota itu. Evakuasi dilakukan usai ada penghuni apartemen yang alami gejala terinfeksi virus corona. Di China, jenazah korban virus corona harus dikremasi (Foto: AP Photo/Kin Cheung)
Jakarta -

Komisi Kesehatan Nasional China bersama dengan Departemen Urusan Sipil dan Departemen Keamanan Publik mengeluarkan peraturan yang menyatakan semua korban yang meninggal karena virus harus dikremasi di fasilitas terdekat. Apakah jika kasus virus corona Wuhan (2019-nCoV) masuk Indonesia, penanganannya akan sama? Bagaimana seharusnya tata caranya?

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Anung Sugihantono menjelaskan kemungkinan penanganan korban virus corona.

"Kalau sekarang kita punya tatanan di kita. Nggak berharap ya. Tapi kalau ada, desinfektan yang paling memungkinkan. Seperti kita mengelolah limbah sekarang ini. Limbah itu kan idealnya dibakar dengan suhu di atas 1100. Tapi ini belum konkrit. Kalau Ebola dibakar. Tapi kalau saya sekarang ngomong dibakar di sini, seandainya kejadian, pasti kalian ribut duluan. Makanya sekarang kita terus mengikuti perkembangan ilmunya tapi sekaligus menyiapkan kondisi-kondisi dimungkinkan dilakukan di Indonesia. Saya belum ada keputusan dibakar atau tidak," jelasnya saat ditemui di Gedung Layanan Publik Badan Litbangkes, Ruang Rajawali, Selasa (11/2/2020).

dr Anung juga menjelaskan penanganan limbah di Natuna. Penanganannya dibagi ke dalam dua tahap. Apa saja?

"Tapi kalau untuk yang limbah di Natuna, kita kelola sampai dua tahap. Yang di dalam kita masukkan autoclave. Tapi itu suhunya enggak maksimal. Tapi sudah aman. Sudah tidak ada kontaminan lain, baru saya masukkan tas plastik hitam. Nanti dihancurkan di rumah sakit yang incineratornya punya suhu yang lebih tinggi," katanya.

"Terus limbah cairnya, di-disinfeksi. Kalau kemudian limbah-limbah lainnya kecil-kecil. Tisu habis makan misalnya kita kumpulin, kasih disinfektan dulu terus dikubur di hanggar," tambahnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)