Rabu, 12 Feb 2020 12:45 WIB

Virus Corona 'Ganti Nama' Jadi COVID-19, Wabah Bakal Cepat Teratasi?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Airport personnel look at thermal scanners as they check on arriving passengers at Manilas international airport, Philippines, Thursday, Jan. 23, 2020. The government is closely monitoring arrival of passengers as a new coronavirus outbreak in Wuhan, China has infected hundreds and caused deaths in that area. (AP Photo/Aaron Favila) Ganti nama jadi 'Covid-19', apa akan menyelesaikan wabahnya? Foto ilustrasi: AP Photo
Topik Hangat Penyakit Baru COVID-19
Jakarta -

Zaman dahulu, orang yang sakit-sakitan akan disarankan untuk ganti nama. Virus corona yang mewabah di Wuhan dan meluas ke seluruh penjuru dunia, juga baru saja mendapatkan nama baru: COVID-19. Akankah wabah segera teratasi?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengumumkan nama resmi dari penyakit yang diakibatkan virus corona baru di China, yakni Covid-19. Tak hanya penyakitnya, virus penyebabnya juga disebut dengan SARS-CoV-2 oleh Komite Taksonomi Virus Internasional.

Nama resmi ini diberikan memang bertujuan untuk mencegah terjadinya kekeliruan dan stigma pada kelompok atau negara tertentu. Sebelumnya ini juga menjadi tuntutan beberapa penelitian internasional.

Dikutip dari South China Morning Post, penamaan ini diharapkan menjadi puncak dari mewabahnya virus tersebut. Salah satu pakar penyakit pernapasan Tiongkok, Zhong Nanshan meramalkan wabah ini akan segera memuncak dan selesai di bulan ini.


"Kita sekarang bisa melihat bahwa jumlah kasus virus ini berkurang secara bertahap. Melalui pemodelan matematika (kita dapat mengatakan bahwa) infeksi baru akan memuncak pada pertengahan atau akhir Februari di China Selatan," jelasnya.

Namun, Zhong mengatakan ia tidak bisa memprediksi tepatnya kapan wabah itu selesai. Hal ini masih tergantung pada seberapa efektifnya langkah-langkah pencegahan dan pengendalian yang dilakukan.

Pada Senin lalu, berdasarkan data statistik Komisi Kesehatan Nasional juga menunjukkan adanya penurunan jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi.
Sebagai sampel, di Hubei kasus wabah ini menurun selama enam hari sebanyak 55 persen. Pada Rabu pekan lalu dari 1.121 kasus , menjadi 545 pada Senin ini.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)
Topik Hangat Penyakit Baru COVID-19